OpenAI Ajukan IPO Secara Rahasia ke SEC, Siapkan Jalan Menuju Bursa Saham AS

|

GUGAH – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) pengembang ChatGPT, OpenAI, mengumumkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Meski demikian, OpenAI menegaskan belum memiliki target waktu pasti untuk melantai di bursa. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum berstatus sebagai perusahaan publik.

“Kami belum memutuskan waktunya; mungkin akan memakan waktu cukup lama karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta,” tulis OpenAI dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  Industri Pusat Perbelanjaan Pilih Genjot Promosi Hadapi Tekanan Rupiah

Langkah tersebut sebenarnya telah diperkirakan pasar dalam beberapa bulan terakhir. Pengumuman OpenAI muncul hanya sepekan setelah perusahaan AI pesaingnya, Anthropic, juga mengisyaratkan rencana serupa untuk masuk ke pasar modal.

Persaingan antara OpenAI dan Anthropic menjadi salah satu sorotan utama industri kecerdasan buatan global. Anthropic didirikan oleh Dario Amodei, mantan eksekutif OpenAI yang keluar dan membangun perusahaan sendiri setelah terjadi perbedaan pandangan dengan CEO OpenAI, Sam Altman.

Baca Juga:  IHSG Melejit ke Level 7.186 di Awal Perdagangan, Tertular Sentimen Positif Global

Kedua perusahaan kini bersaing ketat dalam memperebutkan pengguna, pelanggan korporasi, hingga investor di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI generatif.

Menurut laporan CNBC, valuasi OpenAI dalam putaran pendanaan terakhir mencapai sekitar US$852 miliar. Sementara Anthropic disebut memiliki valuasi mendekati US$965 miliar, menjadikan keduanya sebagai perusahaan AI swasta dengan nilai tertinggi di dunia.

Meski telah mengajukan dokumen IPO, Sam Altman sebelumnya menyatakan OpenAI tidak terburu-buru untuk menjadi perusahaan publik.

Dalam wawancaranya dengan CNBC pekan lalu, Altman mengatakan OpenAI baru akan melantai di bursa ketika langkah tersebut benar-benar dinilai tepat bagi perusahaan.

Baca Juga:  RUPST Setujui Dividen Rp5,04 Triliun, Pemegang Saham ANTM Terima Rp210 per Saham

OpenAI juga mengakui pengumuman rencana IPO dilakukan lebih awal karena perusahaan memperkirakan informasi tersebut akan segera bocor ke publik.

“Kami memperkirakan informasi ini akan bocor,” tulis perusahaan.

Manajemen OpenAI menilai keputusan menjadi perusahaan publik merupakan proses yang kompleks dan penuh pertimbangan. Namun dengan dokumen yang telah diajukan ke SEC, perusahaan kini memiliki fleksibilitas untuk mempercepat proses IPO apabila dianggap sebagai langkah terbaik di masa mendatang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran