GUGAH – Mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, disebut memiliki bukti yang diduga mengarah pada keterlibatan 26 nama dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi tersebut disampaikan salah satu kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief. Menurutnya, daftar nama tersebut telah disampaikan kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya tidak tahu soal 32 nama. Setahu saya 26 nama dan lain-lain, yang merupakan pintu masuk untuk membuka masalah bisa terang,” kata Elza saat dikonfirmasi, Minggu (14/6/2026).
Elza menjelaskan, bukti dugaan keterlibatan sejumlah pihak tersebut tersimpan dalam telepon genggam (HP) milik Sony. Ia juga menyebutkan bahwa nama-nama tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Ya dalam BAP 26 dan lain-lain. Chat dan nama ada di HP. Ya mungkin (akan dibuka dalam pemeriksaan),” ujarnya.
Meski demikian, Elza belum dapat memastikan apakah seluruh dugaan keterlibatan nama-nama tersebut akan diungkap Sony saat menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejaksaan Agung pada pekan depan.
Sementara itu, Kejaksaan Agung telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sony Sonjaya terkait permohonan status justice collaborator (JC). Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan, meski tanggal pastinya belum diumumkan.
“Yang jelas minggu depan. Minggu depan ya, tunggu saja nanti tanggalnya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026).
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengonfirmasi bukti-bukti yang diklaim dimiliki Sony dalam pengajuan status justice collaborator.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SS untuk mengonfirmasi dari pengajuan JC yang disampaikan pada kita,” ujar Syarief.
Hingga kini, Kejaksaan Agung belum menyampaikan identitas pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut maupun menyimpulkan adanya keterlibatan pihak lain. Proses penyidikan masih berlangsung dan pemeriksaan terhadap Sony diharapkan menjadi bagian dari pendalaman alat bukti yang dimiliki penyidik.***



Tinggalkan Balasan