Kepala BGN Baru Dihadapkan PR Besar Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

|

GUGAH – Penunjukan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto membawa harapan baru bagi perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik penunjukan tersebut, Nanik dihadapkan pada pekerjaan rumah besar untuk membenahi tata kelola program strategis nasional yang selama ini menuai berbagai sorotan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menilai fokus utama yang harus segera dilakukan kepala BGN yang baru adalah memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG agar berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Baca Juga:  Oleh-oleh dari Prancis: Prabowo Bawa Pulang Kesepakatan Investasi Rp61,25 Triliun

“Saya berharap Kepala BGN yang baru fokus membenahi tata kelola MBG yang selama ini masih buruk,” kata Charles, Kamis (4/6/2026).

Menurut Charles, keberhasilan Program MBG tidak dapat diukur hanya dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat yang tercatat. Yang lebih penting, kata dia, adalah kualitas gizi yang diterima anak-anak, mutu makanan yang disajikan, serta efektivitas sistem pengawasan di lapangan.

Ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada pencapaian target angka semata, melainkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Baca Juga:  Reshuffle Terbatas Kabinet Prabowo, Aktivis Buruh Jumhur Hidayat Dikabarkan Masuk Jajaran Pejabat yang Dilantik Hari Ini

“Jangan sampai yang dikejar hanya angka-angka, sementara kualitas programnya tertinggal,” ujarnya.

Sorotan terhadap tata kelola MBG juga sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Dalam Konsolidasi Nasional Program MBG di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (3/6/2026), Presiden mengingatkan agar program tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Prabowo menegaskan bahwa program penyediaan makanan bagi masyarakat, khususnya anak-anak, merupakan program yang sangat penting dan tidak boleh menjadi celah bagi praktik penyimpangan.

Baca Juga:  Timwas Haji DPR Akan Panggil Kementerian Haji, MUI, dan Ahli Fikih Bahas Polemik Dam hingga Badal Haji

“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” tegas Presiden.

Dengan anggaran yang besar dan cakupan penerima manfaat yang luas, Program MBG menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka stunting di Indonesia. Karena itu, kepemimpinan baru di BGN diharapkan mampu memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan program berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran