JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp900 miliar untuk Tahun Buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (29/4/2026), sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja positif perseroan sepanjang tahun tersebut.
Nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp85,54 per lembar saham. Deputy Corporate Secretary Bank bjb, Sani Ikhsan Maulana, menjelaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini merupakan bukti nyata dari komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. “Kebijakan dividen ini menjadi bukti komitmen Bank bjb dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Sani dalam keterangan resminya.
Sepanjang tahun 2025, Bank bjb berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia, mencapai total Rp221,3 triliun. Capaian ini didukung oleh strategi penguatan pasar, akselerasi transformasi teknologi, serta kolaborasi yang erat dengan para pemegang saham utama.
Pengesahan laporan keuangan dan kinerja dalam RUPST tersebut sekaligus memberikan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada jajaran Direksi dan Dewan Komisaris atas dedikasi mereka selama tahun buku 2025.
Selain pembagian laba, RUPST juga menetapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat struktur korporasi. Salah satunya adalah pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) guna menjaga daya tahan bank di tengah dinamika ekonomi makro yang fluktuatif.
Perseroan juga melakukan perubahan anggaran dasar seiring dengan penunjukan Bank bjb sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK), yang menuntut tata kelola yang lebih komprehensif.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaku pemegang saham pengendali, turut menekankan pentingnya pengisian jajaran pengurus dengan figur-figur berintegritas guna menjaga momentum pertumbuhan ini. Dalam RUPST kali ini, terdapat pula perubahan susunan manajemen, termasuk penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen dan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama, yang akan efektif setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan dari OJK.
Melalui hasil RUPST ini, Bank bjb optimis dapat terus memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Barat, Banten, dan nasional. Dengan penguatan modal dan manajemen yang baru, perseroan berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga keuangan yang sehat, kompetitif, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat luas.



Tinggalkan Balasan