Pelantikan MWCNU Cikajang, PCNU Garut Tekankan Percepatan Layanan dan Penguatan Ranting

GARUT – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut resmi melantik Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cikajang masa khidmat 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung di Komplek Harun Ar-Rasyid, Cobodas, Cikajang ini dirangkaikan dengan pelaksanaan Musyawarah Kerja Kecamatan (Mukercam) ke-I, pada Minggu (17/6/26).

Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Pengurus Ranting NU (PRNU), serta badan otonom (Banom) di lingkungan Kecamatan Cikajang. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan kuatnya sinergi antara NU dan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Garut, H. Aceng Hilman Umar Basori. Selanjutnya, pelantikan dipandu oleh Katib Syuriyah PCNU, KH. Asep Saeful Kholiq dan ditutup dengan arahan organisasi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid.

Baca Juga:  Syuriyah NU se-Jatim Kumpul di Lirboyo: Sinyal Kuat Restu Lanjutkan untuk Gus Yahya

Dalam pengantarnya, KH. Asep Saeful Kholiq menegaskan bahwa kepengurusan MWCNU memiliki peran strategis dalam membumikan nilai-nilai keislaman dan sosial kemasyarakatan di tengah warga. Ia mengutip kandungan makna dari Surat An-Nisa ayat 114 sebagai landasan gerak organisasi.

“Setidaknya ada tiga hal yang menjadi tugas utama MWCNU. Pertama, membangun semangat gotong royong—baik dalam bentuk kontribusi materi, tenaga, maupun pikiran. Kedua, mengajak masyarakat kepada kebaikan secara berkelanjutan. Dan ketiga, menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujar KH. Asep dalam sambutannya.

Baca Juga:  PCNU Garut Terapkan DIGDAYA, Perkuat Tata Kelola Organisasi

Menurutnya, keberadaan MWCNU tidak hanya sebagai struktur organisasi, tetapi juga sebagai penggerak utama kemaslahatan umat di tingkat kecamatan.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Atjeng Abdul Wahid, menekankan pentingnya akselerasi kinerja organisasi yang adaptif dan progresif. Ia mengangkat filosofi lokal yang dikenal di kalangan ulama Garut, yakni “kuda Cikajang”.

“Kita harus meneladani semangat ‘kuda Cikajang’—cepat, tangguh, dan progresif. Artinya, kepengurusan ini tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, tetapi harus mampu bergerak lincah menjawab kebutuhan umat,” tegasnya.

Baca Juga:  Dugaan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak di Lingkungan Pendidikan Keagamaan di Garut Diselidiki

KH. Atjeng juga menggarisbawahi bahwa forum Mukercam harus dimanfaatkan untuk merumuskan program kerja yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin.

“Fokuskan program pada pelayanan sosial keumatan. Perkuat ranting hingga anak ranting sebagai ujung tombak organisasi. Dari sanalah manfaat NU benar-benar dirasakan, tidak hanya oleh warga NU, tetapi juga masyarakat luas,” tambahnya.

Pelantikan dan Mukercam ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran NU di tingkat akar rumput. Dengan kepengurusan baru yang solid dan terarah, MWCNU Cikajang diharapkan mampu menghadirkan program-program yang responsif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran