Supermusik ‘Kecil Tapi Party’ Guncang Sor Ciateul Garut

GARUT – Suasana khas pertunjukan musik independen dan bawah tanah begitu terasa menguasai kawasan Sor RAA Adiwijaya atau yang lebih dikenal sebagai Sor Ciateul, Kabupaten Garut, pada Sabtu malam (16/5/2026).

Ribuan penonton yang berdatangan dari berbagai daerah memadati lokasi tersebut untuk menghadiri ajang akbar Supermusik bertajuk “Kecil Tapi Party”, yang menghadirkan deretan grup musik unggulan dari aliran punk rock, keras, hingga musik alternatif lintas generasi.

Sejak sore hari, arus kedatangan pengunjung terus berdatangan menuju lokasi kegiatan. Kawasan Sor Ciateul yang sehari-hari dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan kegiatan kemasyarakatan, malam itu berubah sepenuhnya menjadi pusat pertunjukan seni musik.

Dentuman suara irama musik, sorotan cahaya panggung, serta riuh rendah suara penonton memenuhi seluruh ruang pertunjukan, menciptakan atmosfer yang begitu meriah dan menggairahkan.

Berdasarkan pemantauan tim redaksi di lokasi acara, antusiasme masyarakat yang hadir terlihat sangat tinggi. Sebagian besar pengunjung datang secara berkelompok, baik bersama komunitas musik maupun sahabat sesama penikmat seni suara.

Bahkan, sejak rangkaian acara baru saja dimulai, sejumlah pengunjung telah memadati ruang terdepan panggung guna mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan penampilan grup musik kesayangan mereka.

Kegiatan Supermusik bertema “Kecil Tapi Party” ini menghadirkan sederet nama-nama besar yang telah dikenal luas dalam peta perkembangan musik alternatif dan bawah tanah di Indonesia. Di antara deretan pengisi acara tersebut adalah Rumahsakit, The Rangers, Dongker, Alkateri, Morfem, Nevhilium, Biofana, hingga Day End. Kehadiran barisan grup musik ternama ini menjadi daya tarik utama yang mengundang ribuan penggemar, mulai dari kalangan remaja hingga penikmat musik senior lintas usia.

Baca Juga:  Santri Garut Dicabuli Oknum Ustadz, KNPI Desak Hukum Tanpa Kompromi dan Perlindungan Korban

Suasana di lokasi konser mulai memanas seiring dengan naiknya grup musik pembuka ke atas panggung yang langsung menyuguhkan pertunjukan penuh energi dan semangat. Para penonton tampak larut dalam setiap irama yang dimainkan, turut menyanyikan lagu bersama-sama, mengangkat tangan mengikuti alunan irama, hingga pembentukan lingkaran pertunjukan di bagian tengah penonton yang menjadi ciri khas pertunjukan musik aliran tersebut.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian dan mengundang kekaguman hadir dari grup musik Dongker. Grup musik yang dikenal dengan karakter permainannya yang berirama keras serta lirik yang sangat dekat dengan realitas kehidupan anak muda ini, berhasil membakar semangat seluruh hadirin. Sejak nada lagu pertama diperdengarkan, ribuan penonton serentak ikut menyanyikan syair lagu hingga suaranya bergema memenuhi seluruh kawasan pertunjukan.

Tak kalah meriah dan memukau, penampilan dari grup musik Alkateri pun disambut dengan antusiasme luar biasa tinggi. Aksi panggung yang dinamis dan penuh semangat disertai permainan musik yang cepat dan lincah, semakin mengukuhkan suasana pesta musik yang hangat dan membara. Para penonton terus bergerak mengikuti irama lagu, sementara suara sorakan dan tepuk tangan terdengar nyaris tanpa jeda sepanjang pertunjukan berlangsung.

Baca Juga:  PMII Garut Soroti Anggaran Kendaraan Inspektorat Rp1.8 Miliar

Sementara itu, grup musik Rumahsakit yang ditetapkan sebagai salah satu bintang utama malam itu menjadi momen yang paling ditunggu kehadirannya oleh seluruh penonton. Menjelang giliran tampil, kerumunan penonton semakin memadati sisi depan panggung, bahkan nama grup musik tersebut beberapa kali dikumandangkan secara serentak sebelum pertunjukan dimulai.

Selain berfungsi sebagai sarana hiburan seni semata, kegiatan ini juga menjadi wadah pertemuan dan persaudaraan bagi beragam komunitas musik independen yang ada di Garut maupun daerah sekitarnya.

Banyak pengunjung yang tampak mengenakan pakaian atau atribut lambang grup musik kesayangan mereka, berdiskusi serta bersosialisasi satu sama lain, maupun mendokumentasikan momen kebersamaan melalui perangkat gawai yang dimiliki.

Dari segi penyelenggaraan dan tata tampilan, panggung pertunjukan didesain dengan nuansa visual yang didominasi warna merah gelap dan hitam, selaras dengan tema acara “Kecil Tapi Party”. Penataan cahaya yang dinamis dikombinasikan dengan elemen seni tampilan, menjadikan suasana pertunjukan terasa lebih hidup, tegas, dan berkarakter. Kekuatan tata suara yang bergema hingga ke seluruh penjuru kawasan Sor Ciateul turut mempertegas suasana khas pertunjukan musik bawah tanah yang kental dan berkesan mendalam.

Baca Juga:  Nobar “Menolak Punah”, IPPNU Garut Soroti Krisis Limbah Fashion dan Peran Perempuan

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, pihak kepolisian bersama panitia pelaksana senantiasa melaksanakan tugas pengamanan dan pengawasan di seputar lokasi kegiatan.

Personel gabungan dikerahkan dan ditempatkan di titik-titik strategis seperti pintu masuk, halaman depan panggung, kawasan tempat parkir kendaraan, hingga jalur keluar-masuk penonton. Hal ini dilakukan demi menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sebelumnya, Kapolsek Tarogong Kidul, AKP Agus Kustanto, SH menyampaikan bahwa langkah pengamanan tersebut dilaksanakan semata-mata demi mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hadir untuk menikmati hiburan.

Selama kegiatan berlangsung, petugas juga terlihat aktif memberikan imbauan serta petunjuk kepada pengunjung agar senantiasa menjaga ketertiban umum dan menghindari segala tindakan yang berpotensi mengganggu kelancaran maupun keselamatan jalannya pertunjukan.

Hingga larut malam, rangkaian kegiatan Supermusik “Kecil Tapi Party” di Garut berlangsung dengan penuh kemeriahan serta suasana yang aman dan kondusif. Hadirnya ribuan penonton menjadi bukti nyata tingginya minat dan antusiasme masyarakat terhadap seni pertunjukan musik alternatif dan independen yang kini terus berkembang pesat di wilayah Kabupaten Garut.

Lebih dari sekadar ajang hiburan, kegiatan ini sekaligus menjadi cermin nyata akan kuatnya ikatan budaya dan komunitas seni musik yang terus tumbuh, hidup, dan berkembang di tengah kalangan generasi muda masa kini.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran