Pasundan Championship 2026: Lahirnya Ksatria Muaythai Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Suasana penuh semangat dan sportivitas menyelimuti ruang Basement Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya belum lama ini. Di arena tersebut, ratusan pasang mata menjadi saksi ketangguhan dan keberanian para petarung yang berlaga dalam ajang bergengsi Pasundan Championship 2026.

Kejuaraan yang digagas oleh Pasundan Muaythai ini berjalan sukses dan mampu menyedot antusiasme tinggi, dengan partisipasi yang datang dari berbagai akademi serta perwakilan daerah di seluruh Jawa Barat.

Acara ini kian meriah dengan kehadiran tokoh-tokoh penting daerah yang turut hadir menyaksikan langsung jalannya kompetisi. Di antaranya ialah Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi; Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto; serta Rahmatullah Alawi selaku utusan Ketua Umum GP Ansor.

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Melalui sambutannya, mereka menyampaikan harapan besar agar cabang olahraga Muaythai dapat terus berkembang pesat, serta mampu melahirkan atlet-atlet andalan yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Audiensi, Upaya IPNU Garut Buka Jalan Lebih Luas Bagi Pelajar

Pertandingan berlangsung sengit dan kompetitif sejak bel pertama dibunyikan. Perhatian tertuju pada perebutan trofi bergengsi yang menjadi simbol keunggulan teknik dan mental juang para petarung. Sejumlah nama besar berhasil mengukuhkan dominasi dan kualitas permainannya, antara lain:

– Dikri Amrulloh dari Pasundan Muaythai Academy, yang menampilkan permainan teknis luar biasa di kelas 60 Kg Elite dan berhak membawa pulang Piala Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya.

– Sandi Koto dari CMC, yang tampil perkasa di kelas 67 Kg AMPRO dan berhasil meraih Piala Founder Pasundan Muaythai.

– Nur Syfa Pebriyanti dari Amanah Fighter Camp, yang membuktikan ketangguhan petarung wanita di kelas 51 Kg AMPRO dengan meraih Piala Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:  Antisipasi Kemarau dan Perbaikan Irigasi Cikunten, Petani di Kota Tasikmalaya Lakukan Percepatan Masa Tanam

– Agung Purnama Shidiq dari Chaychna Muaythai, yang mendominasi kelas 65 Kg AMPRO dan mendapatkan Piala Ketum GP Ansor.

– Urmadhilla Dwi Rahmawan dari Squad Camp, yang memenangkan Piala AIH pada kategori 55 Kg AMPRO.

Di sisi lain, kategori Amatir juga menghadirkan banyak kejutan positif dan menjadi ajang munculnya bibit-bibit baru yang potensial. Nama-nama seperti Syauqi Aprilio Hermana dari Muaythai KSCC (kelas 25 Kg) hingga Muhammad Ilham dari Lima Fighting Camp di kelas berat 80 Kg, menunjukkan kualitas dan masa depan cerah bagi olahraga ini di Jawa Barat.

Sorotan khusus juga tertuju pada kategori 4 Man Tournament kelas 51 Kg AMPRO. Setelah melewati babak semifinal yang berlangsung ketat dan menguras tenaga antara Haikal Akbar Riziq melawan Dea Rendian Sah, akhirnya Dea Rendian Sah dari Laskar Daboribo berhasil melaju dan tercatat sebagai finalis utama dalam turnamen tersebut.

Baca Juga:  Kasus SMKN 2 Garut: Potong Rambut Paksa Dinilai Kekerasan, Harus Ada Sanksi

Ady Naga Nugraha, selaku Ketua Pengcab Pasundan Muaythai sekaligus penyelenggara kegiatan, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas kesuksesan acara ini. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik secara moral maupun material. “Semoga ke depannya kegiatan ini dapat terselenggara dengan lebih baik lagi, serta menjadi agenda rutin dalam menjaring bibit unggul atlet Muaythai,” ujar Ady.

Senada dengan hal itu, Nana Sumarna selaku Founder Pasundan Muaythai juga menyatakan kebahagiaannya atas kelancaran dan kesuksesan acara yang melibatkan sebanyak 67 partai pertandingan ini. Ia berharap ajang ini terus menjadi wadah pembinaan yang efektif, sehingga mampu melahirkan ksatria-ksatria Muaythai tangguh yang lahir dari Bumi Sukapura.*

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *