Kemenag Dorong Transformasi Pesantren Ramah Anak: Adopsi Praktik Baik dari Lirboyo hingga As’adiyah

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) terus memacu transformasi pola pengasuhan di pondok pesantren agar lebih ramah anak. Langkah ini diambil guna menciptakan lingkungan pendidikan keagamaan yang aman, inklusif, dan sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa pesantren memiliki kekayaan tradisi dalam pembentukan akhlak yang harus diselaraskan dengan prinsip perlindungan anak modern.

“Nilai-nilai turats yang dimiliki pesantren sangat kuat. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menerapkannya dengan pendekatan yang sesuai prinsip perlindungan anak, agar tercipta lingkungan pendidikan yang berkeadaban tanpa kekerasan,” ujar Basnang di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga:  Update Ibadah Haji 2026, Kemenhaj Fokus pada Bimbingan Ibadah dan Perlindungan Jemaah

Basnang memaparkan bahwa sejumlah pesantren besar di Indonesia telah menjadi rujukan nasional karena berhasil memadukan tradisi klasik dengan perlindungan anak yang progresif. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pesantren Lirboyo (Kediri): Menonjolkan pendekatan ta’dib atau pembentukan adab melalui relasi spiritual yang erat antara kiai dan santri.

  • Pesantren Tebuireng (Jombang): Mengintegrasikan sistem pendidikan formal dengan layanan konseling dan perlindungan santri yang terstruktur.

  • Darunnajah & Al-Amien Prenduan: Mengedepankan komunikasi persuasif dan pendampingan karakter secara intensif.

  • Peacesantren Welas Asih & Nurul Huda Cibojong (Jawa Barat): Fokus pada pendidikan perdamaian yang menekankan empati serta penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

  • Pesantren As’adiyah (Sulawesi Selatan): Mengandalkan kekuatan keteladanan kiai dan kedekatan emosional dalam pembinaan spiritual santri.

Baca Juga:  Tarif Jasa Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak Dua Kali Lipat Saat Jemaah Membludak

Kemenag berkomitmen untuk mereplikasi praktik-praktik baik tersebut ke seluruh pesantren di tanah air. Strategi yang disiapkan mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas para pengasuh, hingga penyusunan panduan nasional mengenai pesantren ramah anak.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi benteng pertahanan bagi santri sekaligus memastikan institusi pesantren tetap menjadi tempat yang paling aman dan bermartabat dalam menempa generasi masa depan.***

Baca Juga:  Forum Rais Syuriyah Se-Jatim ‘Warning’ PBNU, Tuntut Muktamar Dilaksanakan di Lirboyo

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *