GUGAH – Dua rumah warga di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan kepolisian. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di sekitar lokasi untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
Sekretaris Desa Mekargalih, Nendi, membenarkan adanya insiden itu. Ia mengatakan, pemerintah desa menerima laporan dari korban pada Sabtu pagi dan segera meneruskannya kepada pihak kepolisian.
“Dua rumah warga kita dilempar bom molotov oleh OTK. Untuk motif belum diketahui, masih diselidiki oleh pihak Polres Cianjur bersama Polsek Ciranjang,” ujar Nendi.
Dua rumah yang menjadi sasaran masing-masing diketahui milik Budi, warga RT 01/RW 01, dan Agus Mulyadi atau yang akrab disapa Mul, warga RT 01/RW 06.
Kejadian ini berlangsung menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekargalih. Kedua pemilik rumah disebut merupakan warga yang terlibat dalam tim sukses salah satu calon kepala desa.
Meski demikian, keterkaitan insiden tersebut dengan kontestasi Pilkades belum dapat dipastikan. Nendi menegaskan, hingga saat ini belum ada indikasi yang dapat mengarah pada salah satu calon kepala desa.
“Untuk indikasi tersebut tidak menjurus ke salah satu calon kades. Karena motifnya masih belum diketahui dan masih diselidiki pihak berwajib,” katanya.
Ia menambahkan, penyelidikan diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian melalui pemeriksaan saksi mata serta penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban.
Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi membenarkan adanya laporan pelemparan bom molotov terhadap dua rumah warga di Desa Mekargalih.
Menurut Beddy, Polres Cianjur telah menerima laporan dari Polsek Ciranjang dan langsung mengerahkan personel untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Kami Polres Cianjur mendapat laporan dari Kapolsek Ciranjang bahwasanya ada pelemparan bom molotov ke dua rumah warga di Ciranjang,” kata Beddy kepada awak media, Sabtu (31/10/2026).
Polisi dari unit Reserse Kriminal Polsek Ciranjang bersama personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur telah diterjunkan untuk memeriksa lokasi, mencari saksi, serta mengumpulkan bukti yang berpotensi membantu mengidentifikasi pelaku.
Beddy mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian juga belum dapat menyimpulkan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Pilkades di Desa Mekargalih.
“Sementara kami belum bisa menyimpulkan. Kami masih mendata dan mencari bukti-bukti di lapangan. Setelah ada bukti-bukti, nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” ujarnya.
Kapolres turut mengimbau masyarakat, khususnya warga Ciranjang dan Kabupaten Cianjur, agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Kepolisian menyatakan akan menyampaikan perkembangan penanganan perkara setelah proses pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi memperoleh hasil yang lebih jelas.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai identitas pelaku, motif penyerangan, maupun kemungkinan keterkaitannya dengan dinamika Pilkades Mekargalih.***





Tinggalkan Balasan