GUGAH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (2/11/2026), bertepatan dengan hari pertama penerapan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengeluarkan 81 saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan indeks.
Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 4.981 atau turun 1,41% dibanding penutupan sebelumnya.
Data perdagangan BEI menunjukkan volume transaksi mencapai 3 miliar saham dengan nilai Rp935 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 115.772 kali. Sebanyak 448 saham bergerak turun, 119 saham menguat, dan 116 saham tidak mengalami perubahan.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai pelaku pasar mencermati implementasi kebijakan BEI yang mengecualikan saham-saham HSC dari perhitungan IHSG. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan transparansi indeks.
Selain itu, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi domestik, antara lain inflasi Oktober, aktivitas manufaktur, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, serta posisi cadangan devisa. Dari eksternal, perhatian pasar tertuju pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, pergerakan harga minyak, dan perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah maupun arus modal asing.
Dalam risetnya, BRIDS menyebut IHSG masih berada dalam tren bearish dan berpotensi menguji area support di kisaran 5.026–4.942.
“Secara teknikal, IHSG masih dalam tren bearish dan berpotensi menguji support 5.026–4.942. Candle terakhir menunjukkan respons beli di bawah 5.000, tetapi MACD masih negatif dengan garis MACD di bawah signal line,” tulis BRIDS.
Menurut BRIDS, selama level support bertahan, IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak konsolidatif atau mengalami technical rebound dengan area resistance di kisaran 5.116–5.170. Rekomendasi saham dari BRIDS untuk perdagangan hari ini meliputi BBNI, SSMS, dan HMSP.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai implementasi kebijakan HSC berpotensi meningkatkan bobot saham-saham lain yang masih masuk dalam perhitungan IHSG, terutama emiten berkapitalisasi besar.
Secara teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak menguji area 4.900–5.000. Jika mampu bertahan di atas level 5.000, indeks diperkirakan bergerak sideways dalam rentang 5.000–5.200.
“Peluang untuk menutup gap di 5.800 masih terbuka jika IHSG mampu bertahan di atas 5.450,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Phintraco merekomendasikan LSIP, ASII, HMSP, ADRO, dan INDF sebagai saham pilihan untuk perdagangan hari ini.***





Tinggalkan Balasan