GUGAH – Di tengah polemik pergantian sejumlah petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dukungan terhadap Ketua Umum PPP H. Muhamad Mardiono mulai mengalir dari daerah. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Purwakarta menyatakan mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Mardiono, termasuk pemberhentian sejumlah pejabat DPP.
Ketua DPC PPP Purwakarta, Habib Salim Syueb, menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari kewenangan organisasi yang harus dihormati sepanjang dijalankan sesuai mekanisme partai.
“Kami menilai ini adalah langkah teknis, tegas, dan konstitusional untuk menyelamatkan marwah partai, mendisiplinkan organisasi, dan mengembalikan PPP ke garis perjuangan Ka’bah,” ujar Habib Salim, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, konsolidasi internal menjadi kebutuhan mendesak agar PPP kembali memiliki soliditas organisasi setelah menghadapi berbagai dinamika politik dalam beberapa waktu terakhir.
Habib Salim menilai setiap kebijakan yang ditempuh Ketua Umum harus dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat disiplin organisasi dan memulihkan kepercayaan kader maupun masyarakat terhadap PPP.
“DPC PPP Purwakarta memberikan dukungan penuh terhadap seluruh langkah strategis Ketua Umum sepanjang berlandaskan konstitusi partai,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah DPP PPP yang dipimpin Mardiono memutuskan memberhentikan Agus Suparmanto dari jabatan Wakil Ketua Umum dan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dari posisi Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2025–2030. Keputusan itu diambil dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III PPP yang digelar secara daring pada 27 Oktober 2026.
Ketua Mahkamah Partai PPP versi Mardiono, Erfandi, menyebut keputusan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Mukernas di Makassar yang sebelumnya mengevaluasi pengurus yang dinilai tidak aktif. Ia mengatakan Mahkamah Partai telah memutuskan keduanya melanggar AD/ART dan meminta agar aktif kembali dalam kegiatan partai. Namun, menurutnya, putusan tersebut tidak dijalankan sehingga Rakornas memutuskan melakukan restrukturisasi kepengurusan.
Meski demikian, DPC PPP Purwakarta memandang dinamika tersebut sebagai bagian dari proses penataan organisasi. Bagi mereka, langkah konsolidasi yang dilakukan DPP justru menjadi momentum untuk memperkuat kembali persatuan kader dan mengembalikan arah perjuangan partai menjelang agenda-agenda politik berikutnya.***





Tinggalkan Balasan