gugah.co – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Purwakarta yang berlangsung di Prime Plaza Hotel Purwakarta pada Sabtu (31/10/2026) resmi menetapkan Dias Rukmana Praja (DRP) sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta untuk masa bakti 2025‑2030. Penetapan ini berjalan mulus dan disepakati secara aklamasi oleh seluruh peserta Musda.
Sebelum penetapan, sidang diawali dengan pembacaan hasil verifikasi bakal calon oleh Tim Verifikasi. Berdasarkan tata tertib partai, syarat minimal dukungan pencalonan ditetapkan sebesar 30%. Hasil verifikasi menunjukkan Dias Rukmana Praja mengantongi dukungan sebesar 72%, sedangkan Eko Surya Effendi hanya memperoleh dukungan sebesar 4% dan dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Karena Dias telah meraih dukungan melebihi ambang 50% + 1, pimpinan sidang menetapkannya secara aklamasi sebagai Ketua Terpilih. Langkah ini menjadi titik awal konsolidasi besar‑besaran di tubuh Golkar Purwakarta.
Musda XI juga menetapkan Dias sekaligus sebagai Ketua Formatur. Tim Formatur yang kemudian disahkan terdiri atas Ketua Terpilih, unsur DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, dua perwakilan Pengurus Kecamatan (PK), serta unsur ormas pendiri, ormas yang didirikan, dan sayap partai.
Tim ini diberi mandat penuh untuk segera menyusun struktur kepengurusan DPD Golkar Purwakarta yang solid guna menghadapi agenda politik mendatang.
Dalam pidato politiknya, Dias menegaskan bahwa kemenangan ini bukan milik pribadi, melainkan kemenangan kolektif seluruh kader Golkar Purwakarta.
Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya Musda dan mengajak seluruh elemen partai untuk mengakhiri perpecahan, melakukan rekonsiliasi, serta bersatu padu membesarkan Golkar Purwakarta.
“Kemenangan ini bukan kemenangan Dias pribadi, melainkan kemenangan bersama seluruh kader Golkar Purwakarta. Kemenangan kolektif Golkar Purwakarta,” tegas Dias.
Bagi Golkar Purwakarta, Musda XI bukan sekadar ajang penetapan ketua baru. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi momentum untuk mengubah dinamika persaingan internal menjadi kekuatan organisasi.
Harapannya, setelah aklamasi ini seluruh kader dapat kembali dalam satu barisan, mendukung Tim Formatur, serta mempersiapkan Golkar Purwakarta untuk menghadapi tantangan politik ke depan.*





Tinggalkan Balasan