IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Rupiah hingga Aksi Jual Asing

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (30/10/2026) di zona merah. Hingga pukul 09.01 WIB, IHSG turun 31,12 poin atau 0,61 persen ke level 5.066, melanjutkan tren pelemahan yang masih membayangi pasar saham domestik.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 2,68 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp842 miliar. Frekuensi transaksi tercatat 88.163 kali.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 374 saham melemah, 161 saham menguat, dan 159 saham bergerak stagnan.

BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG dipicu kombinasi faktor domestik dan global. Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.185 per dolar AS, berlanjutnya arus keluar modal asing (capital outflow), serta ketidakpastian terkait potensi penurunan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI menjadi sentimen negatif utama.

Baca Juga:  Ditengah Carut Marut IHSG, Saham Tempo Naik 28 Persen

Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,52 triliun di pasar reguler, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Dari eksternal, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4,00 persen. Namun, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat karena dua pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kondisi itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa peluang pengetatan kebijakan moneter masih terbuka, terlebih inflasi AS masih bertahan di level tinggi.

Baca Juga:  IHSG dan Rupiah Tertekan, Kusfiardi: Pasar Sedang Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus level support 5.170 dan ditutup di level 5.098 pada perdagangan sebelumnya.

“MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum, sementara harga berada jauh di bawah MA20 di sekitar level 5.646, yang menegaskan tren turun masih dominan. IHSG berpotensi menguji support Fibonacci di level 5.026, kemudian 4.942,” tulis BRI Danareksa dalam risetnya.

Baca Juga:  Rupiah Tembus Rp18.050 per Dolar AS, Klaim BI soal Tekanan Terkendali Diuji Pasar

Pandangan serupa disampaikan Phintraco Sekuritas. Secara teknikal, histogram MACD kembali melebar, sementara Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot. Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, Panin Sekuritas juga memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Sentimen negatif berasal dari koreksi pasar saham Amerika Serikat, khususnya sektor teknologi, penurunan harga komoditas, serta masih derasnya arus keluar dana asing dari pasar domestik.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” tulis Panin Sekuritas dalam riset hariannya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran