Kampung Zakat Pamalayan Diluncurkan, BAZNAS Ciamis Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Kemandirian Ekonomi

|

GUGAH – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis terus mendorong pengentasan kemiskinan melalui penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya melalui peluncuran Kampung Zakat di Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026).

Program yang diluncurkan di GOR Desa Pamalayan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan usaha produktif.

Peluncuran Kampung Zakat dihadiri Asisten Daerah (Asda) III, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Camat Cijeungjing, Kepala Desa Pamalayan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, M.BA., mengatakan, Kampung Zakat merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat dana zakat agar lebih dirasakan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah.

Menurutnya, program yang dikembangkan secara bertahap sejak 2023 tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera.

Baca Juga:  Guyub Muharram, Bupati Ciamis Santuni 2.650 Anak Yatim

“Dengan dukungan semua pihak, termasuk Bapak Bupati Herdiat, kami terus berupaya mewujudkan masyarakat yang mandiri dalam ekonomi dan sejahtera untuk semua,” ujarnya.

Zakat Tak Sekadar Bantuan, tetapi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Lili menegaskan, pengelolaan zakat harus mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat. Bantuan tidak cukup hanya bersifat konsumtif, tetapi perlu diarahkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi penerima manfaat.

Ia menjelaskan, bantuan dengan nilai hingga Rp10 juta difokuskan untuk mempercepat penanganan kemiskinan, sedangkan bantuan di atas Rp10 juta diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi.

“Jangan sampai ada warga yang kelaparan, tidak bisa berobat karena tidak memiliki ongkos, atau tinggal di rumah yang tidak layak huni,” tegasnya.

Menurut Lili, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama. Namun, upaya pengentasan kemiskinan juga membutuhkan program berkelanjutan agar penerima bantuan tidak terus bergantung pada bantuan sosial.

Baca Juga:  Tiang Listrik Roboh, Cisurupan hingga Cikajang Padam

Karena itu, Kampung Zakat diharapkan menjadi sarana untuk menghubungkan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemberdayaan UMKM Jadi Perhatian

Selain menyasar warga kurang mampu, program Kampung Zakat juga diarahkan untuk memperkuat potensi ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lili menyebut, sejumlah desa yang telah menjalankan program serupa mulai mengembangkan kegiatan ekonomi produktif sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, dana zakat diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan warga.

Meski demikian, keberhasilan Kampung Zakat tidak cukup diukur dari peluncuran program maupun besarnya bantuan yang disalurkan. Dampaknya terhadap penurunan kemiskinan dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Keterlibatan pemerintah desa, pengelola zakat, dan masyarakat juga diperlukan agar program berjalan tepat sasaran serta memberikan manfaat berkelanjutan.

Baca Juga:  Sebelum Kunjungi PPP, Asep Rahmat dan PAN Mampir ke Rumdin Ketua DPRD Ciamis

BAZNAS Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Lili turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui zakat, infak, dan sedekah.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Berbuat baik itu bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri kita sendiri. Ketika kita membantu sesama, manfaatnya akan kembali kepada kehidupan kita,” ungkapnya.

Lili berharap Kampung Zakat Desa Pamalayan mampu memperkuat semangat gotong royong sekaligus menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Peluncuran Kampung Zakat ini menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan program benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan, berjalan berkelanjutan, dan mampu mendorong perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

Sebab, keberhasilan Kampung Zakat pada akhirnya bukan sekadar berapa banyak bantuan yang disalurkan, melainkan berapa banyak warga yang mampu keluar dari kemiskinan dan hidup lebih mandiri.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran