GUGAH – Aksi seorang pria mengamuk sambil mengacungkan golok dan mengancam akan membakar kantor Polsek Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, viral di media sosial.
Pria yang belakangan diketahui bernama Yana itu bahkan melontarkan kata-kata kasar kepada polisi. Namun, di balik aksi nekatnya, terungkap persoalan keluarga yang membuatnya tersulut emosi.
Yana rupanya mengira adik perempuannya menjadi korban penculikan. Padahal, sang adik diketahui telah menikah dan tinggal bersama suaminya.
Dalam video yang beredar, Yana tampak meluapkan kekesalannya kepada anggota Polsek Cisurupan. Ia bahkan meminta agar video kemarahannya disebarluaskan hingga sampai ke Presiden dan Gubernur.
“Sebarkan sampai ke presiden, sampai ke gubernur. Hanya ingin uang saja, percuma ada polisi di sini,” ujar Yana dalam bahasa Sunda.
Tak cukup dengan melontarkan umpatan, Yana kemudian membuka bagasi sepeda motornya dan mengambil sebilah golok.
Sambil menunjukkan senjata tajam tersebut, ia mengeluarkan ancaman terhadap anggota polisi.
“Kudu dibedog, kudu dicacag ku bedog polisi kie mah tah,” ucapnya.
Dalam bahasa Indonesia, perkataan itu berarti polisi seperti itu harus digolok dan dicincang menggunakan golok.
Aksi tersebut sontak menjadi perhatian warganet. Polres Garut pun akhirnya memberikan penjelasan mengenai sosok pria dalam video viral itu.
Polisi Ungkap Kondisi Yana, Pernah Diamankan karena Merusak
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adhi, mengungkapkan bahwa Yana diduga mengalami gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah berurusan dengan polisi.
Pada 2020, Yana sempat diamankan anggota Polsek Cisurupan setelah melakukan perusakan di lingkungan tempat tinggalnya.
Sejak Juli 2020, Yana juga disebut masih menjalani pengobatan dengan mengonsumsi obat penenang dari Puskesmas Cisurupan.
“Saudara Yana sudah pernah diamankan oleh Polsek Cisurupan karena melakukan pengrusakan di lingkungannya. Dari bulan Juli 2020 sampai saat ini, masih mengonsumsi obat penenang dari Puskesmas Cisurupan,” kata Adhi, Minggu (25/10/2026).
Usai insiden mengacungkan golok di kantor polisi, Yana kembali mendapatkan penanganan medis.
Menurut Adhi, pihak Polsek Cisurupan bersama petugas puskesmas dan kepala desa telah membawa Yana ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Duduk Perkara: Adik Sudah Menikah, Dikira Jadi Korban Penculikan
Adhi menjelaskan, keributan tersebut bermula saat Yana mendatangi kantor polisi untuk melaporkan adik perempuannya yang dianggap hilang karena diculik.
Namun, setelah mendapat penjelasan dari petugas, ternyata sang adik tidak hilang ataupun menjadi korban penculikan.
Perempuan tersebut diketahui telah menikah dan tinggal bersama suaminya. Hanya saja, pernikahan itu tidak diberitahukan kepada Yana.
Ketidaktahuan tersebut diduga membuat Yana salah paham hingga meyakini adiknya telah diculik.
“Saat ini sudah diserahkan ke rumah sakit jiwa oleh Polsek bersama Puskesmas dan Kepala Desa. Jadi, awalnya pria itu melapor bahwa adiknya hilang diculik. Petugas sudah menjelaskan adiknya tidak hilang. Secara kebetulan sang adik tidak memberi tahu pernikahan kepada yang bersangkutan, sehingga dikiranya diculik,” jelas Adhi.
Dengan penanganan medis yang telah dilakukan, polisi berharap kondisi Yana dapat ditangani secara tepat.
Peristiwa ini sekaligus mengungkap bahwa aksi pria bersenjata golok yang sempat menghebohkan media sosial tersebut dipicu kesalahpahaman mengenai keberadaan adik perempuannya.***





Tinggalkan Balasan