GUGAH — Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Cikalongkulon berlangsung khidmat dan tertib pada Kamis (22/10/2026). Apel yang diikuti unsur pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, serta pondok pesantren tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebangsaan dan kolaborasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan apel tahun ini ialah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang bertugas sebagai pemimpin apel. Dengan menjalankan tugas memimpin jalannya prosesi, anggota Banser turut menunjukkan keterlibatan kader organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kebangsaan di tingkat kecamatan.
Berdasarkan data panitia yang disampaikan, peserta berasal dari berbagai unsur dengan jumlah yang beragam. Di antaranya organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak lima orang, PGRI dan Kwarran masing-masing 20 orang, perangkat desa 30 orang, serta perwakilan SMKN 1 Cikalongkulon, SMA Pasundan, MTs Nurul Bayan, dan MTs Assasi masing-masing 20 orang. PCNU Cikalongkulon dan FKGN masing-masing mengirimkan 10 orang peserta.
Partisipasi juga datang dari unsur keagamaan dan kepemudaan. Remaja Masjid Baiturahman, BKPRMI, FKDT, F3DTPQ, FKPP Cikalongkulon, serta sejumlah forum dan organisasi lainnya turut mengikuti kegiatan. Dua pondok pesantren yang tercatat dalam daftar peserta, yakni Ponpes Raudatul Falah dan Ponpes Raudatul Qur’an, masing-masing mengirimkan 20 orang. Jika seluruh angka dalam daftar dijumlahkan, total peserta yang tercatat mencapai 270 orang.
Selain peserta apel, kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Kapolsek dan Danramil Cikalongkulon, Ketua MUI, Kepala KUA, perwakilan Perhutani, serta Koordinator Pendidikan. Kehadiran unsur pemerintahan dan tokoh agama itu mencerminkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung peringatan Hari Santri di wilayah Cikalongkulon.
Unsur Nahdlatul Ulama juga turut hadir melalui MWCNU, Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, LPNU, serta GP Ansor dan Banser. Selain itu, perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila dan Karang Taruna, bersama unsur kebencanaan Retana dan Tagana, ikut memperlihatkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Peringatan HSN tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga pengingat atas kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa. Semangat tersebut diharapkan terus diwujudkan melalui penguatan pendidikan, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan kerja sama lintas unsur masyarakat. Peran organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan pesantren menjadi penting dalam meneruskan nilai perjuangan tersebut kepada generasi berikutnya.
Melalui Apel Hari Santri Nasional 2026, masyarakat Cikalongkulon diharapkan semakin memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan itu menjadi modal untuk merawat persatuan, menjaga kehidupan beragama yang harmonis, serta membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Semangat Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan apel, tetapi berlanjut dalam tindakan nyata bagi masyarakat dan bangsa.***





Tinggalkan Balasan