Korban Tewas di Gaza Capai 74.480 Jiwa, UNICEF Ungkap 60 Ribu Anak Kehilangan Orang Tua

|

 

GUGAH — Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, masih menyisakan penderitaan besar bagi warga sipil. Data otoritas medis setempat yang dilaporkan kantor berita WAFA pada 19 Oktober 2026 mencatat, jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.480 orang, sementara 175.539 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam laporan tersebut, sumber medis menyebut rumah sakit di Gaza menerima lima jenazah dalam 24 jam terakhir, termasuk empat korban yang baru tercatat dalam data resmi. Pada periode yang sama, 22 orang dilaporkan menjalani perawatan akibat luka-luka.

Korban terus bertambah meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 11 Oktober 2025. Menurut data yang dikutip WAFA, sejak gencatan senjata dimulai hingga laporan tersebut diterbitkan, tercatat 1.522 korban tewas dan 5.421 orang terluka. Tim penyelamat juga telah mengevakuasi 839 jenazah dari reruntuhan bangunan.

Baca Juga:  Israel Siksa Aktivis Kemanusiaan GSF Serukan Intervensi Global Segera

Otoritas medis memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya berpotensi lebih tinggi. Sejumlah orang masih dilaporkan tertimbun reruntuhan atau berada di jalanan, sementara keterbatasan akses menghambat tim medis dan penyelamat menjangkau lokasi.

Di tengah besarnya jumlah korban, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak. UNICEF memperkirakan sekitar 60.000 anak di Gaza hidup tanpa salah satu atau kedua orang tua mereka yang meninggal selama perang maupun setelah gencatan senjata.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Oktober 2026, UNICEF menggambarkan bagaimana konflik terus memengaruhi keselamatan, kesehatan mental, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari anak-anak Palestina. Kehilangan orang tua menambah beban bagi anak-anak yang juga harus menghadapi pengungsian dan ketidakpastian masa depan.

Gencatan senjata belum sepenuhnya mengakhiri ancaman terhadap anak-anak. UNICEF melaporkan lebih dari 340 anak telah tewas dan lebih dari 600 lainnya mengalami luka-luka dalam periode sejak gencatan senjata yang diumumkan setahun sebelumnya.

Baca Juga:  Israel Kembali Lancakan Serangan Udara ke Lebanon, 16 Warga Sipil Tewas

Angka tersebut menunjukkan bahwa penghentian pertempuran secara formal belum otomatis menghadirkan rasa aman bagi keluarga di Gaza. Serangan, kondisi tempat tinggal yang rusak, serta terbatasnya layanan dasar masih menjadi tantangan bagi pemulihan kehidupan warga sipil.

UNICEF juga memperkirakan sekitar 800.000 anak masih mengalami pengungsian. Banyak di antara mereka tinggal di tenda, kawasan yang padat, atau bangunan rusak yang belum tentu aman untuk dihuni.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kesehatan dan memperburuk tekanan psikologis yang dialami anak-anak. Kerusakan tempat tinggal dan fasilitas umum turut menghambat pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk akses terhadap pendidikan, sanitasi, perlindungan, serta layanan kesehatan.

Baca Juga:  Beda Pandangan Berujung Kekerasan, Mahasiswa FAI Unsika Diduga Dianiaya

UNICEF menegaskan bahwa kebutuhan kemanusiaan anak-anak Gaza masih sangat besar. Bantuan darurat perlu diikuti upaya berkelanjutan untuk menjamin keselamatan, mendukung pemulihan psikologis, dan memulihkan layanan penting bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Lembaga tersebut kembali menyerukan agar seluruh pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata dan hukum humaniter internasional. Perlindungan warga sipil, terutama anak-anak, menjadi kebutuhan mendesak di tengah situasi yang masih rapuh.

Di balik angka puluhan ribu korban tewas dan ratusan ribu orang terluka, krisis Gaza juga menyisakan generasi anak-anak yang kehilangan orang tua, rumah, dan rasa aman. Pemulihan tidak hanya membutuhkan penghentian kekerasan, tetapi juga akses bantuan kemanusiaan yang memadai dan perlindungan jangka panjang bagi warga sipil.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran