Ditengah Carut Marut IHSG, Saham Tempo Naik 28 Persen

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk pada perdagangan Senin (19/10/2026), bahkan menembus level psikologis 5.000. Di tengah tekanan yang melanda hampir seluruh sektor, saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) justru mencuri perhatian setelah melonjak 28,03%, menjadikannya salah satu saham dengan kenaikan tertinggi hari itu.

IHSG ditutup di level 4.996,61, turun 3,64% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Posisi tersebut menjadi level terendah sejak Oktober 2020.

Sepanjang 2026, IHSG telah terkoreksi 42,22%. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja tersebut menjadikan IHSG sebagai salah satu indeks saham dengan performa terburuk di dunia tahun ini.

Aktivitas perdagangan mencatat volume 32,34 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp25,13 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,59 juta kali.

Baca Juga:  Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Naik ke Penyidikan, Aji Cahyo Putra Jadi Tersangka

Investor asing masih melakukan aksi jual dengan membukukan net sell Rp1,72 triliun. Dengan demikian, total jual bersih investor asing sepanjang 2026 telah mencapai Rp89,91 triliun.

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 604 saham turun lebih dari 2%, sementara 87 saham terkoreksi kurang dari 2%. Di sisi lain, hanya 38 saham yang menguat di bawah 2% dan 65 saham naik lebih dari 2%. Sebanyak 169 saham ditutup stagnan.

Dari sisi valuasi, IHSG diperdagangkan pada Price to Earnings Ratio (PER) 10,97 kali dan Price to Book Value (PBV) 1,33 kali.

Tempo Pimpin Daftar Top Gainers

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 28,03%.

Baca Juga:  IHSG Bangkit di Tengah Tekanan Rupiah, Saham Energi Jadi Motor Penguatan

Berikut daftar saham dengan kenaikan terbesar:

  • PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) +28,03%
  • PT Pudjiadi And Sons Tbk (PNSE) +25%
  • PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) +25%
  • PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) +24,84%
  • PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) +24,83%

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) antara lain:

  • PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) -25%
  • PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) -25%
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) -7%
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -7%
  • PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) -7%

Analisis Teknikal IHSG

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bearish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 15, jauh di bawah ambang 30 yang menandakan kondisi oversold atau jenuh jual.

Baca Juga:  Dari Panas Ekstrem hingga Blue Fire Papandayan, Climate Corner Garut Baca Ancaman Iklim

Sinyal serupa juga ditunjukkan oleh Stochastic RSI 14 hari yang berada di level 8, mengindikasikan tekanan jual yang sangat tinggi.

Meski demikian, kondisi oversold membuka peluang terjadinya technical rebound pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Pelaku pasar dapat mencermati pivot point di level 5.258.

Jika mampu bertahan dan berbalik menguat, IHSG berpotensi menguji area 5.295–5.342, dengan target optimistis menuju 5.550. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut, level 4.893 menjadi support terdekat, disusul 4.856 sebagai area penyangga berikutnya.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran