DPR RI dan BKKBN Dorong Penguatan Keluarga di Bandung Barat, Tekan Stunting Lewat Program Bangga Kencana

|

GUGAH — Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) terus diperkuat melalui pembangunan keluarga. Salah satunya dilakukan lewat Sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana yang digelar Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Desa Batulayang, Selasa (13/10/2026), dihadiri perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Pusat, BKKBN Provinsi Jawa Barat, OPD Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Desa Batulayang, kader KB, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Baca Juga:  Sidang Danapera MNCTV Berlarut, Kuasa Hukum Penggugat Meminta Agar Hakim Mengabulkan Semua Tuntutan

Dalam kegiatan tersebut, Rajiv menekankan bahwa pembangunan keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama pembentukan karakter dan kesehatan anak.

Program Bangga Kencana, lanjut Rajiv, memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan gizi anak sebagai langkah nyata mencegah stunting.

Baca Juga:  Sidang Kasus Kuota Haji Riuh, Saksi KPK Bantah Pernah Sebut Gus Yaqut dalam BAP

“Pembangunan bangsa dimulai dari keluarga. Lewat edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan seperti ini, kita ingin memastikan setiap keluarga di Bandung Barat memiliki pemahaman yang baik tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting,” ujar Rajiv.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan keluarga, kesehatan reproduksi, dan upaya pencegahan stunting. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi tanya jawab hingga rangkaian pembagian doorprize.

Baca Juga:  Bertahun-tahun Bertahan di Jalan Rusak, Warga Sukatani Kini Bisa Bernapas Lega

Melalui sosialisasi ini, pemerintah dan DPR RI berharap pemahaman masyarakat terhadap Program Bangga Kencana tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam penerapan pola hidup sehat, perencanaan keluarga yang lebih baik, serta peningkatan peran kader KB sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan semakin luasnya edukasi yang diterima masyarakat, upaya menekan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Bandung Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

One response to “DPR RI dan BKKBN Dorong Penguatan Keluarga di Bandung Barat, Tekan Stunting Lewat Program Bangga Kencana”

  1. Avatar Mang yayat
    Mang yayat

    Program Bangga Kencana patut diapresiasi karena penguatan keluarga dan pencegahan stunting merupakan investasi penting bagi masa depan generasi bangsa. Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari ramainya peserta sosialisasi atau banyaknya kegiatan yang terlaksana.

    Masyarakat Bandung Barat membutuhkan tindak lanjut nyata, mulai dari pendampingan keluarga berisiko stunting, pemenuhan gizi ibu hamil dan anak, akses layanan kesehatan, ketersediaan air bersih dan sanitasi layak, hingga penguatan ekonomi keluarga.

    Jangan sampai masyarakat hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi tidak merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari. DPR RI, BKKBN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kader di lapangan perlu membangun sinergi yang berkelanjutan, disertai target terukur dan evaluasi terbuka.

    Sebab, stunting bukan semata-mata persoalan pengetahuan orang tua, melainkan juga berkaitan dengan daya beli, kemiskinan, sanitasi, dan akses pelayanan kesehatan. Edukasi harus berjalan beriringan dengan solusi nyata agar pembangunan keluarga benar-benar melahirkan generasi Bandung Barat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran