GUGAH – Berbagai musibah yang terjadi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional mendorong Pemerintah Kabupaten Garut mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual sekaligus membangun kepedulian sosial. Ajakan tersebut diwujudkan melalui Istighosah Serentak yang dipimpin Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Masjid At-Tauhid, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di lingkungan Setda, tetapi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Garut. Kantor pemerintahan, sekolah, madrasah, pondok pesantren, hingga majelis taklim turut menjadi bagian dari pelaksanaan doa bersama tersebut.
Istighosah itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memohon perlindungan Allah SWT di tengah berbagai persoalan yang memengaruhi kehidupan bersama. Pemerintah daerah juga menjadikannya sebagai momentum untuk mengajak warga memperkuat ketenangan batin, memperbaiki sikap, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menempatkan doa dan zikir sebagai bagian dari ikhtiar batin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menghadapi situasi yang penuh tantangan.
Saatnya mawas diri. Pesan introspeksi itu relevan ketika masyarakat berhadapan dengan berbagai peristiwa yang menguji ketahanan keluarga, solidaritas sosial, dan kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Syakur juga menyoroti dinamika global yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk konflik bersenjata di sejumlah wilayah dunia. Perkembangan geopolitik dapat membawa dampak terhadap perekonomian internasional, termasuk pergerakan harga energi dan kebutuhan pokok yang dirasakan hingga tingkat daerah.
Karena itu, masyarakat perlu menyikapi perubahan global dengan tenang dan bijaksana tanpa mengabaikan kewaspadaan. Penguatan spiritual perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap situasi, sikap saling menjaga, serta langkah nyata untuk menghadapi dampak yang mungkin muncul.
Di tingkat nasional dan daerah, sejumlah kejadian kebakaran turut menjadi perhatian, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga kebakaran pasar tradisional di beberapa wilayah. Kabupaten Garut juga pernah menghadapi insiden kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pasir Bajing yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa musibah tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga. Upaya pencegahan, peningkatan kewaspadaan, serta kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui Istighosah Serentak, Pemkab Garut berharap masyarakat semakin kuat dalam menghadapi berbagai ujian dan tidak kehilangan semangat untuk saling membantu. Doa bersama juga menjadi kesempatan untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan keberkahan bagi warga Garut serta bangsa Indonesia.
Namun, ikhtiar spiritual perlu disertai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus membangun kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, menjaga lingkungan, serta memperkuat solidaritas agar warga yang terdampak musibah tidak menghadapi kesulitan sendirian.
Pada akhirnya, menghadapi musibah membutuhkan keteguhan iman sekaligus tanggung jawab sosial. Melalui doa, introspeksi, kewaspadaan, dan semangat gotong royong, masyarakat diharapkan mampu melewati berbagai tantangan dengan lebih tangguh dan bijaksana.***





Tinggalkan Balasan