PKD GP Ansor Cibeber dan Tantangan Kaderisasi: Jangan Berhenti pada Seremoni

|

GUGAH – Pendidikan Kader Dasar (PKD) ke-IV Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, kembali digelar di Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber. Mengusung tema “Membentuk Pemimpin Menggerakkan Peradaban”, kegiatan ini menegaskan ambisi organisasi untuk mencetak kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai ke-Ansor-an, tetapi juga mampu menjawab persoalan masyarakat.

Namun, tantangan terbesar kaderisasi bukan terletak pada terselenggaranya pelatihan, melainkan pada sejauh mana proses tersebut melahirkan kader yang benar-benar bekerja setelah kegiatan berakhir.

PKD ke-IV ini diikuti puluhan peserta dan dihadiri Kapolsek Cibeber Kompol Tio, Ketua MWC NU Kecamatan Cibeber, jajaran Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Cianjur, serta pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Cibeber.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Cibeber, Irham Abdurahman, M.Pd., mengatakan PKD tidak boleh dipahami sebagai agenda rutin atau seremoni organisasi. Menurutnya, kaderisasi harus menjadi ruang untuk memperjelas arah gerak organisasi sekaligus menyiapkan kader yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Konferancab II GP Ansor Rawalumbu Rampung, Robiyansyah Tekankan Kebersamaan dan Soliditas

“PKD ini bukan hanya acara seremonial, tetapi bagaimana kita memperkuat arah gerak dan tujuan organisasi. Melalui kaderisasi ini, kami berharap lahir kader-kader yang memahami nilai perjuangan organisasi serta mampu mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Irham.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan PKD tidak cukup diukur dari jumlah peserta, kelancaran acara, atau sertifikat yang diterima. Ukuran yang lebih penting adalah munculnya kader yang memiliki kapasitas, keberanian, dan kepedulian untuk terlibat dalam persoalan publik, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga penguatan kehidupan keagamaan.

Ketua Panitia PKD ke-IV, Ikmal Nurani M., S.Kom., menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk kesungguhan kader dalam menjalankan khidmah kepada organisasi.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan PKD dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkhidmat dan bergerak bersama organisasi,” katanya.

Baca Juga:  Terkait Polemik Lahan HGU, Petani Nanas Subang Selatan Layangkan 10 Tuntutan kepada Prabowo

Harapan itu sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi GP Ansor. Kaderisasi perlu dilanjutkan dengan pendampingan, penugasan, dan evaluasi agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. Tanpa tindak lanjut, kaderisasi berisiko hanya menghasilkan kader yang aktif secara administratif, tetapi minim kontribusi di lapangan.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Cianjur, Ang Arif Kholiq Zaelani, menegaskan kaderisasi harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter kader dan menentukan masa depan organisasi.

“Kaderisasi harus betul-betul menjadi garda terdepan untuk membentuk karakter kader demi kemajuan organisasi,” tegasnya.

Menurutnya, kaderisasi bukan sekadar proses pengenalan organisasi. Lebih dari itu, kaderisasi harus membentuk mental kepemimpinan, loyalitas, tanggung jawab, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat.

Tema “Membentuk Pemimpin Menggerakkan Peradaban” menjadi relevan karena organisasi kepemudaan tidak cukup hanya membangun struktur internal. Kader juga dituntut mampu menjadi penghubung antara nilai-nilai keagamaan, kepemudaan, dan kebutuhan sosial masyarakat.

Baca Juga:  Polres Subang Siap Kawal Tes Urine Pelajar, Edukasi Narkoba hingga Bullying Diperkuat

Di tengah perubahan sosial yang cepat, GP Ansor Cibeber perlu memastikan kader yang lahir dari PKD memiliki kemampuan untuk mengkritisi persoalan, menyusun solusi, dan bekerja secara kolaboratif. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukan hanya kepemimpinan di dalam organisasi, tetapi juga kepemimpinan sosial yang memberi dampak nyata.

PKD ke-IV ini akhirnya bukan sekadar agenda konsolidasi internal. Kegiatan tersebut menjadi ujian bagi GP Ansor Cibeber untuk membuktikan bahwa kaderisasi mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya loyal kepada organisasi, tetapi juga hadir dan berguna bagi masyarakat.

Sebab, peradaban tidak dibentuk oleh banyaknya kegiatan, melainkan oleh konsistensi kader dalam menerjemahkan nilai perjuangan menjadi kerja nyata.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran