DPP PDI Perjuangan Dorong Penyempurnaan UU Lansia, Sekolah Lansia di Kota Bekasi Jadi Percontohan

|

GUGAH — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mendorong penyempurnaan Undang-Undang tentang Lansia agar warga lanjut usia tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi subjek yang memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Lansia Sedunia 2026 sekaligus Hari Kesehatan Mental dengan tema “Lansia Sehat Jiwa Raga” yang digelar di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPP dan DPC PDI Perjuangan, para lansia, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan. Selain menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga lansia, kegiatan juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa warga lanjut usia tetap dapat aktif, berkarya dan berkontribusi.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan perhatian terhadap lansia merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan sekaligus upaya menjaga hubungan antargenerasi.

“Peringatan Hari Lansia ini mengingatkan kita bahwa merekalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa depan, sejarah dan harapan. Tidak boleh ada satu lansia pun yang diabaikan oleh negara,” tegas Hasto.

Hasto juga mendorong kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menyediakan ruang interaksi sosial bagi lansia. Salah satu bentuknya melalui pengembangan Sekolah Lansia, tempat para lansia dapat berkumpul, berkomunikasi, menjaga kesehatan sekaligus tetap aktif di lingkungan sosial.

Baca Juga:  18 Tim Ramaikan Turnamen MLBB Ansor Bantargebang, ESI Kota Bekasi Siap Jaring Atlet Baru

Dalam kesempatan tersebut, Hasto memberikan apresiasi kepada Tri Adhianto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi yang juga Wali Kota Bekasi, atas keberhasilan mengembangkan program Sekolah Lansia di Kota Bekasi.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pak Tri Adhianto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi yang telah berhasil mengaktifkan Sekolah Lansia. Saat ini sudah ada 17 sekolah lansia yang menaungi sekitar 3.800 peserta. Ini patut dicontoh oleh wali kota dan bupati di wilayah lain,” ujar Hasto.

Menurut Hasto, keberadaan Sekolah Lansia tidak semata-mata menjadi tempat berkumpul, melainkan dapat menjadi ruang pelayanan kesehatan, interaksi sosial dan penguatan hubungan antargenerasi. Model tersebut dinilai dapat membantu lansia tetap aktif dan tidak terisolasi dari kehidupan sosial.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Dr. Ribka Tjiptaning mengingatkan pentingnya generasi saat ini menghargai keberadaan dan jasa generasi terdahulu.

Ia menekankan bahwa sebelum hadirnya generasi Z maupun generasi Alpha, terdapat para lansia yang telah lebih dahulu menjalani kehidupan, membangun keluarga, masyarakat, serta memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Ini jas merah, jangan melupakan sejarah. Sebelum ada Gen Z maupun Gen Alpha hari ini, pasti ada lansia-lansia yang sudah lebih dahulu hadir dan memberikan kontribusi. Harapannya, lansia semakin kuat, semakin sehat dan tetap produktif,” ujar Ribka.

Baca Juga:  DBHP Desa Purwakarta Perlu Diuji Terbuka, Jika Kurang Bayar Punya Konsekuensi Hukum

Ribka menyebut penguatan peran lansia menjadi salah satu perhatian DPP PDI Perjuangan. Bahkan, momentum Hari Lansia Sedunia 2026 dijadikan sebagai kesempatan untuk menyampaikan rekomendasi kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI agar mengawal penyempurnaan regulasi tentang lansia.

“Kado dari DPP PDI Perjuangan untuk para lansia di Hari Lansia Sedunia 2026 adalah penguatan peran lansia. Rekomendasi ini disampaikan kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI agar melakukan penyempurnaan Undang-Undang tentang Lansia,” katanya.

Penguatan regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan posisi yang lebih kuat kepada lansia sebagai subjek pembangunan. Dengan demikian, kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada pelayanan dan perlindungan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi lansia sesuai pengalaman dan kapasitas masing-masing.

Di tingkat Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan terdapat instruksi dari DPP PDI Perjuangan kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk mengawal perubahan regulasi tentang lansia. Menurutnya, penyempurnaan aturan tersebut penting agar perhatian dan dukungan pemerintah terhadap warga lanjut usia dapat semakin optimal.

Tri juga menjelaskan bahwa Sekolah Lansia yang diinisiasi di Kota Bekasi sejak 2022 diarahkan untuk menjaga produktivitas para lansia agar tetap berdaya, sejahtera dan memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

“Ada instruksi khusus dari DPP kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk mengawal perubahan UU tentang Lansia. Harapannya, lansia menjadi subjek sehingga perhatian dan dukungan pemerintah kepada mereka semakin optimal. Di Kota Bekasi, melalui Sekolah Lansia, kita ingin para lansia tetap produktif, tidak merasa sendiri, tetap berkarya dan bisa memberikan pemikiran serta keteladanan bagi generasi muda,” jelas Tri.

Baca Juga:  Janji Ganti Rugi Belum Terealisasi, Korban Kebakaran SPBE Cimuning Pasang Spanduk Tuntutan

Tri menambahkan, meningkatnya angka harapan hidup perlu diikuti dengan peningkatan kualitas hidup lansia. Menurutnya, semakin baiknya fasilitas kesehatan, termasuk jaminan pelayanan melalui skema universal health coverage (UHC) dan BPJS Kesehatan, perlu berjalan beriringan dengan penyediaan ruang sosial yang membuat lansia tetap aktif dan merasa dibutuhkan.

Peringatan Hari Lansia Sedunia 2026 di GOR Bang Yan juga berlangsung semarak dengan kehadiran Once Mekel dan Krisdayanti. Keduanya turut menghibur para lansia dan tamu undangan melalui penampilan musik dan suara khas mereka.

Kehadiran kedua penyanyi tersebut menambah suasana hangat dalam kegiatan yang sejak awal dirancang tidak hanya mengedepankan aspek kesehatan, tetapi juga kebahagiaan, interaksi sosial dan penghargaan terhadap warga lanjut usia.

Melalui peringatan tersebut, PDI Perjuangan menekankan pentingnya melihat lansia sebagai bagian dari kekuatan sosial yang tetap memiliki pengalaman, pengetahuan dan keteladanan untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Sementara program Sekolah Lansia di Kota Bekasi menjadi salah satu contoh ruang pemberdayaan yang dapat menjaga agar para lansia tetap sehat, aktif dan produktif. ***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran