GUGAH – Kemampuan berbicara di depan umum dan berkomunikasi secara efektif dinilai menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan, tidak hanya dalam organisasi sekolah, tetapi juga di dunia pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Keterampilan tersebut masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar yang kerap mengalami rasa gugup, kesulitan menyampaikan gagasan, hingga kurang percaya diri saat berbicara di depan publik.
Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MA YPPA Cipulus yang digelar di Aula Utama sekolah, Kamis (1/10).
Melalui pembekalan mengenai komunikasi efektif dan public speaking, sekolah berupaya membekali pengurus OSIS, MPK, dan organisasi siswa dengan kemampuan yang dinilai penting dalam menjalankan kepemimpinan.
Materi disampaikan oleh alumni MA YPPA Cipulus, Chandra Aditya Nurriefan, yang kini aktif sebagai pembicara publik dan edukator di bidang komunikasi.
Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga diajak memahami persoalan yang sering muncul saat berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, penggunaan kata-kata pengisi (filler words), penyusunan pesan yang kurang terstruktur, hingga teknik menjaga perhatian audiens.
Menurut Chandra, kemampuan komunikasi bukan sekadar keterampilan untuk tampil di atas panggung, melainkan menjadi sarana agar gagasan dapat dipahami dan diwujudkan menjadi tindakan.
“Gagasan yang baik tidak akan memberi dampak apabila tidak dapat disampaikan dengan jelas. Karena itu, kemampuan komunikasi perlu dilatih sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Selama sesi berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan komunikasi yang mereka hadapi dalam kegiatan organisasi, mulai dari memimpin rapat, menyampaikan aspirasi kepada guru, hingga membangun kepercayaan diri ketika berbicara di depan banyak orang.
Bagi dunia pendidikan, pembekalan seperti ini menunjukkan bahwa kepemimpinan siswa tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengelola organisasi semata.
Kemampuan menyampaikan ide, berdiskusi, dan membangun komunikasi yang sehat juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pemimpin.
Pihak MA YPPA Cipulus berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk menerapkan komunikasi yang lebih efektif dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari.
Harapannya, keterampilan tersebut tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi menjadi kebiasaan yang mendukung lahirnya pemimpin muda yang mampu bekerja sama, menyampaikan gagasan secara terbuka, dan berkontribusi di tengah masyarakat.***



Tinggalkan Balasan