GUGAH – Muktamar Nahdhatul Ulama (NU) bukan sekadar hajat memilih ketua atau kepemimpinan di dalam organisasi. Muktamar harus menjadi momentum membahas agenda besar masa depan dan arah NU, Bangsa, dan Negara.
Hal tersebut disampaikan Ketua PC NU Ciamis KH. Arief Ismali Choas di dalam Holaqoh Kebangsaan Menjelang Mukmatar NU ke 35 di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna Ciamis, Sabtu (22/8).
Menurutnya, NU membutuhkan kepemimpinan yang memiliki pandangan jauh ke depan dan mampu membawa organisasi memberikan kontribusi yang semakin besar bagi bangsa dan negara.
“Yang terpenting, bagaimana NU memiliki visi besar dan agenda yang jelas untuk masa depan. Muktamar bukan sekadar memilih ketua, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memikirkan Nahdlatul Ulama ke depan,” katanya.
Holakoh tersebut bertajuk “Melawan Distorsi Sejarah Demi Nasab dan Nasib Bangsa,”. Melalui Halaqoh Kebangsaan tersebut, PCNU Ciamis juga ingin menghimpun berbagai pemikiran dan masukan yang dapat menjadi bahan pembahasan menjelang Muktamar ke-35 NU.
PCNU Ciamis pada Muktamar nanti juga berupaya melibatkan unsur kepengurusan dari berbagai tingkatan.
Mulai dari pengurus cabang, lembaga, badan otonom hingga perwakilan dari tingkat ranting diharapkan dapat menjadi bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurut KH. Arief, keikutsertaan berbagai unsur tersebut penting untuk memperkuat hubungan antarpengurus NU sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan organisasi di tingkat nasional.
“Para peserta nantinya diharapkan dapat mengenal dan berinteraksi dengan perwakilan NU dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, pengalaman selama mengikuti Muktamar juga diharapkan dapat menjadi bekal untuk memperkuat organisasi di daerah masing-masing,” katanya.
Peserta atau Muktamirin Muktamar NU ke 35 Ciamis, akan berangkat pada Rabu (26/8) jam 08.00 WIB.***



Tinggalkan Balasan