Kapolres Garut Gandeng PCNU Tekan Gangguan Keamanan dan Ancaman Obat Terlarang

|

GUGAH — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Garut tidak hanya mengandalkan penegakan hukum. Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra mulai membangun sinergi dengan kalangan ulama untuk memperkuat pencegahan, khususnya terhadap persoalan yang menyasar generasi muda.

Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi AKBP Niko ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, Senin (10/8/2026). Pertemuan yang digelar di Ruang Rapat PCNU Garut itu berlangsung sekitar satu jam dan membahas sejumlah persoalan sosial yang berkaitan dengan keamanan masyarakat.

Niko diterima Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut KH. Atjeng Abdul Wahid bersama Katib Syuriyah, sekretaris, bendahara, serta jajaran pengurus lainnya. Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat dan personel Polres Garut.

Pertemuan menjadi ruang bagi kepolisian dan NU untuk memetakan sejumlah tantangan yang dinilai membutuhkan penanganan bersama. Salah satu perhatian utama ialah aktivitas anak muda pada malam hingga dini hari yang berpotensi memicu gangguan keamanan maupun menyeret mereka ke lingkungan yang berisiko.

Baca Juga:  LAKPESDAM Gandeng LP Ma'arif NU Garut Gelar Pelatihan Menulis dan Media Digital

Penguatan patroli malam menjadi salah satu langkah yang mengemuka dalam pembahasan. Namun, pendekatan keamanan dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya menciptakan ruang kegiatan positif bagi generasi muda, mulai dari pendidikan, keagamaan, olahraga, organisasi, hingga aktivitas produktif lainnya.

Selain persoalan aktivitas remaja, peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Sejumlah wilayah, di antaranya Singajaya dan Balubur Limbangan, disebut dalam diskusi sebagai daerah yang perlu mendapat perhatian terkait persoalan tersebut.

Kondisi itu menunjukkan bahwa penanganan persoalan obat-obatan tidak cukup dilakukan melalui tindakan hukum. Edukasi, pengawasan lingkungan, keterlibatan keluarga, serta peran tokoh agama dan masyarakat dinilai penting untuk mempersempit ruang peredaran dan mencegah generasi muda menjadi korban.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menyampaikan bahwa kepolisian membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk membangun keamanan yang berkelanjutan.

“Silaturahmi ini menjadi bagian dari ikhtiar kami membangun komunikasi dan sinergi dengan para ulama. Menjaga Garut tidak cukup hanya melalui langkah kepolisian, tetapi membutuhkan kebersamaan dalam membina masyarakat, terutama generasi muda agar memiliki ruang kegiatan yang positif dan tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat merusak masa depannya,” ujar Niko dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga:  Gus Yahya Luncurkan Theme Song Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

Menurut Niko, jaringan ulama dan organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Karena itu, komunikasi antara Polres Garut dan PCNU diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi berkembang menjadi kerja bersama yang menyentuh langsung masyarakat.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penguatan edukasi, pembinaan generasi muda, pencegahan penyalahgunaan obat-obatan, hingga deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut KH. Atjeng Abdul Wahid menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menegaskan kesiapan PCNU untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga keamanan dan membangun lingkungan sosial yang lebih kondusif.

“Kami menyambut baik silaturahmi Kapolres Garut dan jajaran. PCNU tentu mendukung setiap ikhtiar yang membawa kemaslahatan, menjaga masyarakat, dan menyelamatkan generasi muda karena persoalan keamanan dan sosial merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kerja bersama,” kata Atjeng.

Baca Juga:  Kiai Sepuh NU Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA Jelang Muktamar ke-35

Atjeng menilai langkah pencegahan perlu diperkuat, terutama dalam menghadapi persoalan yang melibatkan anak dan remaja. Keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta organisasi kepemudaan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk lingkungan yang mampu mencegah anak terjerumus ke dalam perilaku berisiko.

Pertemuan tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih konkret antara Polres Garut dan PCNU. Sinergi diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan gangguan keamanan setelah terjadi, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan dari tingkat lingkungan masyarakat.

Kedua pihak sepakat menjaga komunikasi agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat direspons secara cepat dan proporsional dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Silaturahmi ditutup dengan penyerahan cenderamata dari jajaran Polres Garut kepada PCNU Kabupaten Garut. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara aparat penegak hukum dan kekuatan sosial-keagamaan dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Garut, sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran