LAKPESDAM Gandeng LP Ma’arif NU Garut Gelar Pelatihan Menulis dan Media Digital

|

GUGAH – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) PCNU Kabupaten Garut berkolaborasi dengan LP Ma’arif NU PCNU Garut menggelar pelatihan menulis dan optimalisasi media digital di Yayasan Pendidikan Darul Fitri, Kecamatan Leles, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam Talkshow Nahdlatul Ulama bertema “Optimalisasi Media Digital untuk Pengembangan Sekolah Ma’arif: Peluang, Tantangan, dan Transformasi di Era AI” ini bertujuan memperkuat kapasitas literasi, publikasi, serta pengelolaan media digital di lingkungan sekolah-sekolah Ma’arif.

Kolaborasi tersebut merupakan respons terhadap perubahan pola komunikasi lembaga pendidikan yang kini semakin bergeser ke ruang digital. Sekolah tidak lagi cukup hanya menyelenggarakan berbagai kegiatan, tetapi juga dituntut mampu mendokumentasikan, mengolah, dan menyampaikan informasi secara profesional kepada publik.

Sekretaris LP Ma’arif NU PCNU Garut, Hasan Taufan Rahman, mengatakan sekolah-sekolah Ma’arif memiliki banyak potensi yang layak diketahui masyarakat. Prestasi peserta didik, inovasi pembelajaran, aktivitas keagamaan, kreativitas guru, hingga program sosial perlu terdokumentasi dan dipublikasikan secara baik agar menjadi rekam jejak sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga.

Baca Juga:  Sikap Relawan di Tengah Badai Kritik: Loyalitas Tidak Boleh Membunuh Kebenaran

“Banyak kegiatan dan prestasi sekolah yang sebenarnya memiliki nilai untuk diketahui publik, tetapi belum semuanya terdokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik. Karena itu, budaya menulis perlu dibangun agar setiap kegiatan tidak sekadar selesai dilaksanakan, tetapi juga meninggalkan rekam jejak yang bermanfaat bagi pengembangan lembaga,” ujar Hasan.

Ia menambahkan, website dan media sosial sekolah tidak semestinya hanya menjadi tempat menyimpan dokumentasi foto. Keduanya harus dikelola sebagai media komunikasi resmi yang menyajikan informasi pendidikan secara konsisten, menarik, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Hasan, perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang bagi sekolah untuk meningkatkan produktivitas dalam pengelolaan konten digital. Namun, teknologi tersebut tetap membutuhkan sentuhan manusia, terutama dalam menentukan sudut pandang, melakukan verifikasi fakta, menjaga etika publikasi, dan memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Pendidikan Darul Fitri, Agus Bunyamin, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  Bukan Pajangan, Aceng Malki Minta Direktorat Pesantren Tancap Gas Perkuat Mutu

Menurutnya, ruang digital kini menjadi salah satu pintu pertama masyarakat mengenal sebuah lembaga pendidikan. Karena itu, kemampuan mengelola informasi menjadi kebutuhan agar prestasi siswa, aktivitas guru, program keagamaan, hingga inovasi sekolah dapat diketahui masyarakat secara luas.

“Sekolah mempunyai banyak aktivitas positif yang perlu didokumentasikan dengan baik. Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta semakin terampil mengemas informasi sehingga berbagai potensi yang dimiliki sekolah dapat dikenal masyarakat,” katanya.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Ketua LAKPESDAM NU PCNU Kabupaten Garut, H. Rodi Sirojudin Abas, dan M. Yasir Alawi Sastradimadja dari Media Centre PCNU Garut.

Keduanya membahas teknik penulisan berita, pengelolaan informasi dan publikasi sekolah, strategi membangun konten digital, hingga pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam produksi konten. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya akurasi data, verifikasi informasi, penyusunan struktur berita, penentuan sudut pandang, serta etika publikasi.

Baca Juga:  KH. Aceng Mimar Hidayatullah: Sang Mursyid Penjaga Tradisi Intelektual dan Penggerak Nahdliyin Garut

Para narasumber menegaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi kerja, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam proses penyuntingan, validasi data, maupun tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan.

Pelatihan diikuti unsur pimpinan dan tenaga pendidik, mulai dari wakil kepala sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, pembina OSIS, hingga ketua OSIS jenjang MTs/SMP dan SMA/SMK/MA Ma’arif dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut.

Keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan regenerasi pengelola media sekolah sekaligus memperkuat budaya literasi sejak dini.

Melalui kolaborasi ini, LAKPESDAM NU dan LP Ma’arif NU PCNU Garut berharap budaya menulis, dokumentasi, dan pengelolaan media digital di lingkungan sekolah Ma’arif semakin berkembang. Dengan kemampuan mengelola informasi secara profesional, sekolah diharapkan mampu memperkuat identitas kelembagaan, memperkenalkan berbagai prestasi peserta didik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat di tengah pesatnya transformasi digital.***

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran