GUGAH — Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Batununggal sukses menggelar Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) II di Majelis Ta’lim Al-Muamalah, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas basis organisasi melalui pembentukan Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah dan pondok pesantren.
Ketua PAC IPNU Kecamatan Batununggal, Tieri Subagja, mengatakan pelaksanaan MAKESTA II menjadi momentum penting untuk menjaga keberlanjutan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di wilayah Batununggal yang memiliki banyak sekolah dan pondok pesantren.
“Kecamatan Batununggal berada di pusat Kota Bandung dan memiliki sejumlah pondok pesantren serta sekolah yang di dalamnya sudah terdapat kader-kader kami. Setelah MAKESTA II ini, kami akan mendorong penuh pendirian Pimpinan Komisariat (PK) di sekolah-sekolah dan pesantren tersebut,” ujar Tieri.
Ia berharap, ke depan pelaksanaan MAKESTA tidak lagi terpusat di tingkat PAC. Menurutnya, setiap komisariat sekolah, pesantren, hingga Pimpinan Ranting (PR) IPNU di Batununggal harus mampu menyelenggarakan kaderisasi secara mandiri.
“Sebab, ruh pelajar Nahdlatul Ulama, khususnya di Batununggal, terletak pada keberlanjutan kaderisasi,” tegasnya.
Semangat kaderisasi tersebut mendapat apresiasi dari Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kota Bandung. Ketua PC IPNU Kota Bandung, Muhammad Hilman Pradestian, menilai antusiasme peserta yang mencapai lebih dari 50 orang menunjukkan besarnya minat pelajar terhadap organisasi, terutama karena mayoritas peserta berasal dari sekolah umum.
Dalam arahannya, Hilman menegaskan bahwa kader IPNU tidak cukup hanya dibekali pemahaman keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Kami sangat mengapresiasi MAKESTA II Batununggal. Selain kaderisasi formal, kader IPNU hari ini harus melek teknologi digital, termasuk AI. Kita ingin kader NU tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku dan kreator yang mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus melanjutkan proses kaderisasi hingga jenjang berikutnya, seperti Latihan Kader Muda (LAKMUD), sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan IPNU.
Selain kaderisasi formal, PC IPNU Kota Bandung, lanjut Hilman, tengah menyiapkan program penguatan kapasitas kader melalui pelatihan keterampilan digital, pemanfaatan AI untuk dakwah dan pengembangan organisasi, serta literasi media yang akan dijalankan bersama seluruh PAC IPNU se-Kota Bandung.
MAKESTA II ditutup dengan komitmen memperkuat struktur organisasi di tingkat sekolah dan pondok pesantren sebagai upaya menjaga ruh kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama sekaligus melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.***




Tinggalkan Balasan