Gus Yahya Luncurkan Theme Song Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

|

GUGAH – Suasana Sarasehan Nasional Dzuriyat NU di Aula Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang, Sabtu (15/8/2026), menjadi momentum peluncuran theme song Muktamar NU ke-35.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya secara resmi meluncurkan lagu bertajuk “Manzhumah Al-‘Audah Ilal Ushul” tersebut di hadapan puluhan dzuriyat pendiri NU yang hadir dalam kegiatan itu.

Peluncuran ditandai dengan pemutaran perdana lagu setelah sejumlah dzuriyat pendiri NU menerima piagam penghargaan dari Gus Yahya.

Vokalis theme song, Ning Lia Nikmah Wafira atau Ning Vira, yang juga merupakan dzuriyat pendiri NU, menyerahkan lirik dan berkas lagu kepada Gus Yahya. Materi tersebut selanjutnya diharapkan dapat disosialisasikan kepada warga Nahdlatul Ulama.

Baca Juga:  Sambutan Gus Yahya di Munas-Konbes NU: "Kita Bisa Terus Bersama-sama"

Pemutaran perdana di UNWAHA memperlihatkan karakter lagu yang tidak sekadar menjadi identitas musikal Muktamar. “Manzhumah Al-‘Audah Ilal Ushul” membawa pesan spiritual tentang pentingnya menjaga tradisi sekaligus meneruskan perjuangan para masyayikh.

Lagu tersebut dikemas dalam syair berbahasa Arab dengan menggunakan metrum Bahr Wafir. Secara musikal, komposisinya memadukan instrumen bernuansa Timur Tengah dengan sentuhan kearifan lokal Nusantara.

Baca Juga:  Dialog Publik "Pemuda NU Digdaya, Maju dan Unggul", GP Ansor Krangkeng Perkuat Semangat Khidmat Kader

Perpaduan tersebut menghadirkan warna yang kuat dengan identitas pesantren dan tradisi Nahdliyin.

Dinyanyikan Dzuriyat Pendiri NU

Theme song Muktamar NU ke-35 ini juga memiliki kedekatan khusus dengan keluarga pesantren. Dua pengisi suara utamanya berasal dari kalangan dzuriyat, yakni keturunan pendiri dan masyayikh pesantren.

Keduanya adalah Ning Lia Nikmah Wafira, yang akrab disapa Ning Vira, dan Ning Majdah.

Keterlibatan mereka memberikan dimensi tersendiri bagi lagu yang mengiringi momentum Muktamar NU ke-35. Pesan tentang kembali kepada akar tradisi NU disampaikan melalui karya yang lahir dari lingkungan dzuriyat dan pesantren.

Baca Juga:  AS Hikam: AHWA Harus Tetap Berpijak pada Keulamaan, Bukan Logika Birokrasi dan Zonasi

Gus Yahya menyambut baik peluncuran theme song tersebut. Menurutnya, bait-bait lagu itu memuat doa, harapan, dan komitmen spiritual dari Bumi Tambakberas untuk Nahdlatul Ulama dan Indonesia.

“Semoga seluruh rangkaian acara Muktamar berjalan lancar, penuh hikmah, membawa keberkahan, dan mendapat keridaan Allah SWT,” kata Gus Yahya.

Peluncuran theme song ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju Muktamar NU ke-35, dengan Tambakberas kembali menjadi ruang bertemunya tradisi, doa, dan ikhtiar warga Nahdliyin untuk masa depan jam’iyyah.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran