GUGAH — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut menjadikan peringatan Hari Lahir (Harlah) MUI ke-51 sebagai momentum memperkuat khidmah keumatan sekaligus menyatukan langkah ulama hingga tingkat kecamatan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Sabtu (8/8/2026), dihadiri sekitar 250 peserta, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut, pengurus MUI Kabupaten Garut, serta pengurus MUI kecamatan se-Kabupaten Garut.
Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, KHR. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa usia 51 tahun harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali posisi MUI sebagai Khadimul Ummah atau pelayan umat dan Shadiqul Hukumah atau mitra pemerintah. Dua peran tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan melalui pengabdian yang semakin nyata dalam memberikan bimbingan keagamaan, menjaga kemaslahatan masyarakat, dan membangun komunikasi yang konstruktif antara ulama, pemerintah, serta umat.
KH. Amin memandang MUI tidak cukup hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan pandangan atau jawaban atas persoalan keagamaan. Ulama juga dituntut mampu membaca perkembangan sosial, menjaga kerukunan, menguatkan akhlak masyarakat, serta hadir memberikan arah di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Karena itu, ia menilai MUI kecamatan mempunyai posisi penting karena bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat di wilayah masing-masing. Konsolidasi dari tingkat kabupaten hingga kecamatan perlu diperkuat agar pelayanan keagamaan, pembinaan umat, dan penyelesaian berbagai persoalan sosial dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.
Kehadiran unsur Forkopimda Kabupaten Garut dalam peringatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun sinergi antara ulama dan umara. Kemitraan itu diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja bersama dalam menjaga kondusivitas daerah, memperkuat kehidupan keagamaan, serta mendorong pembangunan yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.
Semangat tersebut dituangkan melalui tema “Memperkuat Peran MUI sebagai Khadimul Ummah dan Shadiqul Hukumah dalam Mewujudkan Garut Hebat, Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Maju.” Pemerintah Kabupaten Garut turut memberikan sambutan dan arahan melalui Asisten Daerah H. Bambang Hafid yang hadir mewakili Bupati Garut.
Peringatan Harlah MUI ke-51 dimulai dengan registrasi peserta dan penampilan kreasi seni Islami, kemudian dilanjutkan istighosah serta doa bersama yang dipimpin Drs. KH. Samhari. Rangkaian pembukaan juga diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan selawat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, serta sejumlah agenda keagamaan.
Agenda tersebut turut menghadirkan Prof. Dr. H. Yadi Janwari, M.A., Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Barat, sebagai narasumber. Kehadirannya menjadi bagian dari penguatan wawasan jajaran MUI Kabupaten Garut dan pengurus MUI kecamatan dalam menjalankan tugas keulamaan sekaligus merespons perkembangan persoalan umat.
MUI Garut juga memberikan ruang bagi pengembangan dakwah melalui Lomba Pidato Virtual tingkat Kabupaten Garut. Panitia mengumumkan para pemenang sekaligus menyerahkan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan kemampuan dakwah melalui media dan ruang komunikasi yang terus berkembang.
Melalui Harlah ke-51, MUI Kabupaten Garut meneguhkan kembali arah pengabdiannya sebagai rumah besar ulama yang melayani umat sekaligus mitra strategis pemerintah. Pertemuan ulama, pemerintah, Forkopimda, dan jajaran MUI kecamatan tersebut diharapkan memperkuat ikhtiar bersama dalam menjaga persatuan, kehidupan keagamaan, serta kemaslahatan masyarakat Kabupaten Garut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH. Abdul Muiz Hamzah, membawa harapan agar khidmah MUI semakin luas dan kehadiran ulama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***



Tinggalkan Balasan