GUGAH – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Subang menyoroti serius krisis air yang tengah melanda kawasan pertanian di wilayah Pantai Utara (Pantura) Subang. Ancaman kekeringan pada musim tanam ini dinilai berpotensi memicu gagal panen dan menyebabkan kerugian besar bagi ribuan petani.
Ketua IKA PMII Kabupaten Subang, H. Asep Alamsyah Heridinata, menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya keluhan petani di sejumlah kecamatan di wilayah Pantura yang kesulitan memperoleh pasokan air untuk mengairi sawah. Menurunnya debit air irigasi yang diperparah dengan minimnya curah hujan menjadi penyebab utama memburuknya kondisi di lapangan.
“Wilayah Pantura Subang merupakan salah satu lumbung padi nasional. Apabila krisis air ini dibiarkan tanpa penanganan yang cepat dan konkret, dampaknya tidak hanya merugikan perekonomian petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah hingga nasional,” tegas H. Asep Alamsyah dalam keterangannya, Rabu 29 Juli 2026.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para petani, IKA PMII Kabupaten Subang menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah dan pihak terkait, antara lain:
1. Mengoptimalkan distribusi air irigasi agar pembagian air berlangsung secara adil dan merata hingga ke wilayah hilir sawah di kawasan Pantura.
2. Segera mendistribusikan bantuan pompa air serta memperbanyak pembangunan sumur pantek atau sumur dalam di titik-titik yang mengalami krisis air.
3. Melakukan normalisasi saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier melalui pengerukan sedimentasi serta pembersihan saluran yang tersumbat agar aliran air kembali lancar.
4. Menyusun langkah mitigasi jangka panjang melalui penguatan tata kelola sumber daya air dan percepatan perbaikan infrastruktur irigasi yang mengalami kerusakan.
H. Asep Alamsyah Heridinata menegaskan bahwa IKA PMII Kabupaten Subang siap mengawal persoalan ini dan menjadi penyambung aspirasi para petani agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Petani adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan bangsa. Ketika mereka menjerit karena kekurangan air, negara dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir dengan langkah nyata, cepat, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama agar krisis air di wilayah Pantura Subang segera teratasi dan petani dapat kembali menjalankan musim tanam dengan baik,” tutup H. Asep Alamsyah Heridinata. ***



Tinggalkan Balasan