Kebakaran Ponpes Nurul Huda, Ansor Padakembang Bergerak Pulihkan Kebutuhan Santri

|

GUGAH — Lima hari setelah kebakaran menghanguskan asrama dan ruang mengaji Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Kubanghurang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, kepedulian mulai datang dari berbagai arah.

Pada Minggu (16/8/2026), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Padakembang menyalurkan bantuan logistik dan donasi melalui gerakan Ansor Peduli. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pesantren memenuhi kembali kebutuhan santri setelah sebagian fasilitas dan perlengkapan mereka terbakar.

Kebakaran terjadi pada Selasa (11/8/2026). Api diduga berasal dari korsleting listrik dan menghanguskan bangunan asrama serta tempat mengaji. Sejumlah barang milik santri, mulai dari kitab, pakaian, alat tulis hingga perlengkapan sehari-hari, ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah santri mengalami luka ringan ketika berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api.

Baca Juga:  BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Cerah Hari Ini

Bagi para santri, dampak kebakaran bukan sekadar kehilangan bangunan. Ruang belajar, tempat beristirahat, hingga barang-barang yang menunjang aktivitas sehari-hari ikut hilang dalam waktu singkat.

Kondisi itulah yang kemudian mendorong kader Ansor menghimpun bantuan.

Pengurus PAC GP Ansor Padakembang turun langsung ke lokasi bersama jajaran Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya. Mereka di antaranya Bendahara Zamzam J. Ma’arif, Wakil Bendahara Purnama Alam, dan Wakil Sekretaris Alik Purnama.

Bantuan diterima langsung oleh sesepuh Pondok Pesantren Nurul Huda.

Bantuan tersebut dihimpun melalui gotong royong pengurus dan kader Ansor, PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, serta masyarakat. Donasi yang terkumpul berupa makanan, minuman, uang tunai, dan perlengkapan alat tulis.

Baca Juga:  KNPI Ujungberung Siapkan Peta Jalan Pembangunan Pemuda

Ketua PAC GP Ansor Padakembang, Septiana M. Al Ghifari atau Apoy, mengatakan gerakan tersebut tidak sekadar dimaksudkan sebagai penyaluran bantuan, tetapi sebagai bentuk kehadiran organisasi di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Alhamdulillah, hari ini kegiatan bakti sosial Ansor Peduli dapat terlaksana. Ini merupakan pengimplementasian dari nilai hablumminannas, hubungan baik antarmanusia,” kata Apoy.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para kader, pengurus, donatur, dan masyarakat yang ikut bergerak sejak penggalangan bantuan dibuka lima hari sebelumnya.

“Semoga menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” ujarnya.

Api yang melanda pesantren sebelumnya berhasil dipadamkan melalui upaya santri dan warga sekitar. Setelah api padam, pekerjaan berikutnya justru lebih panjang: memastikan aktivitas pendidikan dan kehidupan para santri dapat kembali berjalan.

Baca Juga:  Dari Konten Gratis ke Ruang Belajar Daring, Chandra Aditya Nurriefan Bangun Gerakan Literasi Public Speaking

Karena itu, dukungan masyarakat masih dibutuhkan. Bantuan yang datang bukan hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi dapat membantu pesantren memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas yang terdampak.

Masyarakat atau donatur yang ingin membantu penanganan pascakebakaran Pondok Pesantren Nurul Huda dapat menghubungi Apoy di nomor +62 821-1929-4472.

Dari kebakaran, yang tersisa bukan hanya bangunan yang harus diperbaiki. Ada kehidupan para santri yang harus kembali ditata. Di titik itulah gotong royong menjadi bagian penting dari proses pemulihan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran