GUGAH – Kemampuan berbicara di depan publik dinilai menjadi bekal penting bagi kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyampaikan gagasan, memperjuangkan nilai-nilai organisasi, sekaligus menguatkan syiar Islam yang moderat di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, puluhan peserta Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) IPNU-IPPNU Kecamatan Plered mendapatkan pembekalan khusus mengenai public speaking dari Chandra Aditya Nurriefan.
Lebih dari 50 peserta mengikuti sesi pelatihan yang berlangsung penuh antusias. Dalam kesempatan itu, Chandra mengajak para kader untuk membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan ide dan gagasan, sehingga mampu menjadi komunikator yang efektif sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum bukan lagi sekadar bakat yang dimiliki segelintir orang, melainkan kompetensi dasar yang wajib dikuasai setiap individu, terlebih bagi kader organisasi pelajar seperti IPNU dan IPPNU.
“Pada hakikatnya, manusia mutlak harus menguasai komunikasi karena keahlian ini menjadi kunci pembuka peluang di elemen bidang apa pun tanpa terkecuali. Terlebih sebagai aktivis penentu masa depan bangsa, kader IPNU-IPPNU wajib hukumnya untuk bisa berbicara secara taktis, cerdas, dan bertenaga guna menggerakkan umat menuju kemaslahatan,” tegas Chandra Aditya Nurriefan, Sabtu (25/7/2016).
Ia menjelaskan, tanpa kemampuan komunikasi yang baik, gagasan dan nilai perjuangan akan sulit diterima masyarakat. Karena itu, public speaking menjadi salah satu keterampilan strategis yang harus dimiliki kader untuk memimpin organisasi, membangun kolaborasi, hingga menyampaikan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di era digital.
Dalam materi yang disampaikan, Chandra mengulas berbagai aspek dasar hingga teknik lanjutan public speaking. Ia memaparkan pentingnya memahami tujuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta menguasai konsep 3V yang menjadi fondasi seorang pembicara, yakni Verbal melalui pemilihan kata yang tepat dan sistematis, Vokal lewat artikulasi, intonasi, serta pengaturan suara, dan Visual melalui bahasa tubuh yang meyakinkan.
Tak hanya membahas aspek teknis, peserta juga dibekali cara mengatasi rasa gugup saat tampil di depan umum. Chandra mengajak para kader memahami penyebab munculnya rasa cemas sekaligus mempraktikkan sejumlah teknik sederhana untuk mengendalikan grogi agar mampu tampil lebih tenang dan percaya diri.
Pelatihan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Plered yang tidak hanya berorientasi pada penguatan ideologi dan ke-NU-an, tetapi juga membekali kader dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, diharapkan lahir kader-kader muda NU yang memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, berkarakter, serta siap mengisi ruang publik dengan narasi yang mencerahkan, membangun, dan memberikan dampak positif bagi umat serta bangsa.***



Tinggalkan Balasan