GUGAH – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Bandung bersama SMA Medina Bandung menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sebagai gerbang kaderisasi awal bagi pelajar untuk mengenal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, kepemimpinan, keorganisasian, keindonesiaan, serta semangat pengabdian.
Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar ini bukan hanya menjadi ruang pengenalan organisasi, tetapi juga menjadi momentum membangun kesadaran bahwa pelajar hari ini membutuhkan wadah pembinaan karakter yang lebih kuat di tengah berbagai persoalan yang semakin kompleks.
Namun, PC IPNU Kota Bandung menegaskan bahwa Makesta tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kritik terhadap kondisi pendidikan saat ini yang masih terlalu berfokus pada capaian akademik, tetapi belum cukup serius dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan budaya organisasi di kalangan pelajar.
Ketua PC IPNU Kota Bandung, M. Hilman Pradestian, menyampaikan bahwa semakin banyak pelajar yang kehilangan ruang untuk belajar memimpin, berdiskusi, dan mengembangkan kepedulian sosial.
“Hari ini kita melihat banyak pelajar yang cerdas secara akademik, tetapi minim pengalaman berorganisasi. Tidak sedikit sekolah yang menganggap organisasi hanya pelengkap, padahal justru di sanalah karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, hingga tanggung jawab sosial dibentuk. Jika ruang ini terus dipersempit, kita sedang menyiapkan generasi yang pintar, tetapi tidak siap menghadapi kehidupan bermasyarakat,” kata Hilman, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, fenomena meningkatnya perundungan, krisis kesehatan mental, rendahnya literasi sosial, hingga maraknya kenakalan remaja merupakan tanda bahwa pendidikan karakter harus kembali menjadi prioritas bersama.
Melalui Makesta, IPNU mengajak seluruh sekolah untuk tidak takut memberikan ruang bagi organisasi pelajar yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pembinaan. Organisasi bukanlah pengganggu proses belajar, melainkan bagian penting dari pendidikan itu sendiri.
PC IPNU Kota Bandung juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—sekolah, orang tua, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan—untuk bersama-sama menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar nilai rapor, tetapi juga melahirkan pelajar yang berakhlak, kritis, peduli, serta memiliki keberanian menjadi pemimpin masa depan.
Makesta di SMA Medina Bandung diharapkan menjadi awal lahirnya kader-kader pelajar Nahdliyin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa.
“Indonesia tidak kekurangan pelajar yang pintar. Yang masih kita butuhkan adalah pelajar yang memiliki karakter, keberanian memimpin, serta kepedulian untuk memperbaiki lingkungannya. Itulah tujuan utama kaderisasi,” pungkasnya.***



Tinggalkan Balasan