Memimpin Adalah Mengabdi: Amanah Besar Kiai Komara untuk MWCNU Karangkamiri

|

GUGAH- Terpilihnya Kiai Muhammad Komara sebagai Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangkamiri, Pangandaran untuk masa khidmat 2026–2031, menjadi babak baru sekaligus ujian keikhlasan bagi sosok yang dikenal rendah hati ini.

Baginya, kursi kepemimpinan di tubuh organisasi terbesar umat Islam ini bukanlah lambat kemuliaan pribadi, melainkan titipan amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Pernyataan ini disampaikan Kiai Muhammad Komara saat berbincang hangat pada Sabtu (18/7/2026), tak lama setelah hasil pemusatan suara disahkan. Mengawali pembicaraannya, beliau mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, sebagai pengingat mendalam bahwa segala urusan di dunia hanyalah titipan, dan kepada-Nyalah kita semua akan kembali.

“Ini menjadi tantangan baru bagi kami. Padahal di sini ada banyak tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas lebih, namun tidak semua berani memikul beban tanggung jawab ini. Karena itulah, amanah yang jatuh ke pundak kami ini menjadi tugas berat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, tulus, dan bersama-sama,” ujar Kiai Komara.

Baca Juga:  Harlah Ke-3 GBLP PT Changshin, Sarbumusi Garut Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Biaya Hidup

Ia menegaskan, tugas utama kepengurusan ke depan bukan sekadar melahirkan program baru, melainkan menjaga kesinambungan cita-cita yang telah dirintis. Keberhasilan organisasi menurutnya tidak diukur dari seberapa banyak hal baru yang dibuat, melainkan dari kemampuan menyelesaikan apa yang telah disepakati bersama.

Salah satu prioritas utama yang menjadi fokus adalah penyelesaian pembangunan sekretariat MWCNU Karangkamiri. Proyek ini dinilai sangat fundamental dan monumental, karena akan menjadi rumah bersama, pusat kegiatan, serta wadah pelayanan dan pengembangan potensi umat di wilayah Karangkamiri.

Baca Juga:  PKC PMII Jawa Barat Gelar Rakerda, Tanam 1.000 Mangrove, dan Dialog Publik di Pangandaran

“Pembangunan sekretariat ini adalah warisan perjuangan pengurus sebelumnya. Sudah direncanakan dengan matang, maka sudah menjadi kewajiban kami untuk menyelesaikannya hingga tuntas,” tegasnya.

Selain itu, kepengurusan baru akan terus melanjutkan seluruh program kerja yang berjalan, dengan melakukan evaluasi dan penyempurnaan seperlunya. Tujuannya sederhana: agar setiap langkah organisasi benar-benar menjawab kebutuhan warga Nahdlatul Ulama, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat.

Kiai Komara juga mengajak seluruh elemen keluarga besar NU untuk bergerak beriringan. Mulai dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom, hingga pengurus di tingkat ranting, semuanya dipersilakan untuk menyumbangkan gagasan dan tenaga.

“MWCNU tidak akan tegak berdiri jika hanya diurus oleh satu atau dua orang saja. Kita semua harus bergerak bersama, saling menguatkan, dan berjalan dengan satu tujuan yang sama. Hanya dengan kebersamaan inilah organisasi ini akan semakin maju, dan kehadirannya semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga:  PMII Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Pangandaran

Di akhir pernyataannya, Kiai Muhammad Komara memohon doa restu dari semua pihak, dan memohon kemudahan dari Allah SWT. Dengan dukungan persaudaraan yang kokoh, beliau optimis amanah lima tahun ke depan dapat dijalankan dengan baik, termasuk menyelesaikan sekretariat yang telah dinanti-nantikan.

Bagi Kiai Komara, kepemimpinan bukanlah puncak pencapaian, melainkan awal dari pengabdian yang panjang. Ia siap bekerja keras, menjaga tradisi kebaikan, dan senantiasa memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai pelindung dan pelayan umat.*

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran