Kader GP Ansor Bandung Barat Mengaku Alami Intimidasi di Cimareme

|

GUGAH – Dugaan aksi premanisme kembali mencuat di Kabupaten Bandung Barat. Seorang kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bandung Barat, yang dikenal dengan nama Mas Wira, mengaku menjadi korban dugaan pemalakan disertai intimidasi di kawasan Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Senin (6/7).

Informasi mengenai peristiwa tersebut beredar melalui unggahan di media sosial yang menyertakan rekaman kamera pengawas (CCTV). Dalam unggahan itu disebutkan seorang pria diduga melakukan aksi pemalakan terhadap korban. Identitas terduga pelaku turut disebutkan dalam unggahan tersebut, namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan informasi tersebut.

Baca Juga:  Saat PAD Jeblok dan Defisit Mengintai, Pemerintah Malah Sibuk Urus Pengantin?

Korban mengaku mengalami intimidasi yang berdampak pada rasa aman serta menimbulkan kerugian secara material maupun psikologis.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian dari jajaran GP Ansor Kabupaten Bandung Barat. Organisasi itu mengecam dugaan tindakan pemalakan yang menimpa anggotanya dan meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Kejari Bandung Hentikan Penanganan Kasus Erwin dan Rendiana Awangga, Status Tersangka Gugur

GP Ansor juga mendesak agar korban memperoleh perlindungan dari potensi intimidasi lanjutan selama proses hukum berlangsung. Selain itu, mereka berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan sehingga memberikan kepastian hukum dan efek jera apabila terbukti terjadi tindak pidana.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan maupun perkembangan penanganan kasus tersebut. Pihak yang disebut sebagai terduga pelaku juga belum memberikan klarifikasi atas tuduhan yang beredar.

Baca Juga:  Bandung Bak Bersalju, Embun Upas Selimuti Kertasari Saat Fenomena Bediding Melanda

Awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran