Pasca Pengukuhan, PW IPNU Jawa Barat Tekankan Instruktur Jaga Integritas dan Marwah Kaderisasi

|

GUGAH – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat menegaskan bahwa instruktur dan pelatih memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kaderisasi organisasi. Penegasan tersebut disampaikan usai prosesi pembacaan ikrar dan pengukuhan instruktur serta pelatih pada kegiatan Latihan Instruktur (LATIN) I dan Latihan Pelatih (LATPEL) I yang diikuti PC IPNU-IPPNU Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Bidang Kaderisasi sekaligus Instruktur PW IPNU Jawa Barat, Asep Rifki Maulana Malik, mengatakan pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari amanah untuk mengawal keberlangsungan kaderisasi di tubuh organisasi.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Gelar Skrining Payudara Gratis, Wiwiek Hargono: Deteksi Dini Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Berdaya

Menurutnya, kaderisasi merupakan jantung organisasi yang harus dijalankan secara konsisten sesuai pedoman, nilai, dan tujuan yang telah ditetapkan. Karena itu, instruktur dan pelatih dituntut memastikan setiap proses pengkaderan tetap berjalan pada koridor organisasi serta tidak dipengaruhi kepentingan sesaat.

“Kaderisasi harus tetap berjalan pada relnya. Jangan sampai keluar dari nilai, tujuan, dan sistem yang telah menjadi pedoman organisasi. Instruktur dan pelatih adalah penjaga marwah kaderisasi. Karena itu, mereka harus memiliki integritas, loyalitas, dan tanggung jawab penuh dalam setiap proses pengkaderan,” tegas Asep dalam keterangannya, Senin (6/7).

Baca Juga:  Majelis Alumni IPNU Sumedang Dibentuk, Acep Komaruddin Hidayat Terpilih Aklamasi

Ia juga menilai tantangan kaderisasi di era digital semakin kompleks. Menurutnya, seorang instruktur tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, membentuk karakter kader, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi organisasi.

“Era digital menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan. Instruktur harus menjadi role model yang mampu mengarahkan kader agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, kritis, dan produktif untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  PMII Garut Rumuskan Strategi Baru Perkuat Kaderisasi Organisasi

Sebanyak 21 instruktur dan pelatih dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. PW IPNU Jawa Barat berharap mereka dapat menjadi penggerak kaderisasi yang mampu menjaga kualitas sumber daya organisasi sekaligus memperkuat pengembangan IPNU-IPPNU di Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan kaderisasi melalui instruktur dan pelatih yang berkomitmen menjaga nilai, kualitas, dan arah perjuangan organisasi.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran