GUGAH – Sinergi antara Ketua RT 004 RW 003 Kelurahan Sumurbatu, aparatur pemerintah, Komunitas Pemulung Bantargebang Bersatu, dan RS Citra Arafiq menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya para pemulung dan warga yang bermukim di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar TPST Bantargebang memiliki tingkat kerentanan kesehatan yang lebih tinggi akibat kondisi lingkungan serta aktivitas pengelolaan sampah yang berlangsung setiap hari. Melalui sinergi berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pendampingan dan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Ketua RT 004 RW 003 Kelurahan Sumurbatu, Dedi Rosadi, mengatakan wilayah yang dipimpinnya merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan TPST Bantargebang atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai kaki Gunung Sampah Bantargebang. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar warganya menggantungkan mata pencaharian sebagai pemulung.
Menurut Dedi, tidak sedikit pula warga yang berasal dari luar Kecamatan Bantargebang, bahkan luar Kota Bekasi, memilih berdomisili di wilayahnya karena bekerja sebagai pemulung di kawasan TPST Bantargebang. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan menjadi semakin besar.
“Wilayah kami berada tepat di kaki Gunung Sampah Bantargebang. Banyak warga yang bekerja sebagai pemulung, bahkan ada yang berasal dari luar Kecamatan Bantargebang maupun luar Kota Bekasi tetapi tinggal di sini karena mencari nafkah di kawasan TPST. Dengan kondisi geografis seperti ini, persoalan kesehatan masyarakat tentu menjadi perhatian serius sehingga kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan,” ujar Dedi.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan administrasi kependudukan, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan warga.
“Sebagai pengurus lingkungan, kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak merasa sendirian. Karena itu kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar warga memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan tepat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Pemulung Bantargebang Bersatu, Kasmah, yang akrab disapa Teh Rani, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendampingi para pemulung dan masyarakat kurang mampu agar memperoleh hak yang sama dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan pendampingan, baik dalam memperoleh informasi maupun menyelesaikan proses administrasi ketika harus mendapatkan pelayanan medis.
“Kami ingin memastikan para pemulung dan masyarakat kecil tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Pendampingan ini akan terus kami lakukan karena kesehatan merupakan hak setiap warga negara,” ujar Teh Rani.
Pelayanan yang diberikan RS Citra Arafiq dinilai turut mendukung upaya tersebut melalui kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis. Sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah, pengurus lingkungan, dan komunitas menjadi bagian penting dalam mempercepat pelayanan sekaligus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, tokoh masyarakat, dan komunitas agar layanan kesehatan semakin mudah dijangkau, terutama bagi kelompok rentan yang tinggal di sekitar kawasan TPST Bantargebang.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, diharapkan semakin banyak pemulung dan warga Bantargebang yang memperoleh akses pelayanan kesehatan secara layak. Kolaborasi tersebut juga menjadi contoh bahwa kepedulian sosial, dukungan pemerintah, serta keterlibatan komunitas dapat berjalan beriringan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di kawasan yang selama puluhan tahun menjadi pusat pengelolaan sampah terbesar di Indonesia. ***



Tinggalkan Balasan