Lansia Ditemukan Meninggal di Area Pemakaman di Gunung Putri, Polisi Temukan Surat Wasiat

|

GUGAH — Seorang pria berinisial H (63) ditemukan meninggal dunia di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (22/6/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon di kawasan pemakaman yang berada tidak jauh dari makam istrinya yang lebih dahulu meninggal dunia akibat kanker.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Putri, Ipda Rudolf Luatto Pasaribu, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh petugas pemakaman yang curiga terhadap sebuah sepeda motor yang terparkir cukup lama di lokasi.

“Di tempat pemakaman umum itu ada petugasnya. Dari siang sudah melihat ada sepeda motor terparkir, hanya beranggapan memang ada orang yang memarkirkan motornya di situ,” kata Rudolf, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga:  Aksi Nekat Curanmor di Rumpin, Pelaku Rampas Motor dari Tangan Bocah di Siang Bolong

Menjelang petang, sepeda motor tersebut masih berada di lokasi yang sama sehingga petugas berinisiatif mencari pemiliknya.

“Sebelum pulang, mereka mengecek dulu motor tersebut milik siapa,” ujarnya.

Saat melakukan pencarian di sekitar area pemakaman, petugas menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Ketika dicek di sekitar lokasi, ditemukan korban sudah dalam posisi tergantung,” katanya.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Polisi bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Bojong Kulur melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

“Setelah dicek oleh petugas kesehatan, memang benar korban meninggal karena gantung diri,” jelas Rudolf.

Baca Juga:  Hendak Jual Ganja Rp100 Ribu, Pemuda Ditangkap Saat Razia di Kota Tangerang

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban selain bekas jeratan di leher. Polisi juga menemukan surat wasiat yang ditinggalkan korban.

“Nah, itu korbannya meninggalkan surat wasiat dan ditambah frustrasi istrinya meninggal karena kanker,” kata Rudolf.

Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami tekanan psikologis setelah kehilangan istrinya yang meninggal dunia akibat penyakit kanker. Selama bertahun-tahun, korban diketahui mendampingi dan merawat sang istri selama menjalani pengobatan.

“Selama ini almarhum mengurus istrinya yang sakit kanker. Setelah istrinya meninggal, diduga korban mengalami stres atau frustrasi karena merasa kehilangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Realisasi APBD Purwakarta Baru 29,94 Persen, Belanja Pegawai Lampaui Belanja Modal hingga Sembilan Kali Lipat

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan penyelidikan dilakukan berdasarkan keterangan saksi, keluarga, serta hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.***

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran