600 Pesilat Adu Kekuatan, Dispora Garut Soroti Sektor Tarung

|

GUGAH – Ratusan pesilat dari berbagai paguron berkumpul di GOR Cikuray, SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (2/10/2026), untuk mengikuti Garut Open Silat Series 2026. Sebanyak 600 pesilat dari 25 paguron ambil bagian dalam ajang tersebut, menjadikan kejuaraan ini bukan hanya arena perebutan gelar juara, tetapi juga ruang untuk mengukur perkembangan pembinaan pencak silat di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Asep Mulyana membuka langsung kejuaraan tersebut dan mengapresiasi panitia, Event Organizer (EO), serta para sponsor yang telah mendukung penyelenggaraan kompetisi. Menurut Asep, kualitas pelaksanaan Garut Open Silat Series 2026 dapat menjadi salah satu rujukan bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga lainnya di Kabupaten Garut.

Asep menilai sebuah kejuaraan olahraga seharusnya tidak berhenti ketika pertandingan selesai dan para pemenang menerima penghargaan. Baginya, kompetisi justru harus menghasilkan catatan teknis yang dapat digunakan untuk menentukan arah pembinaan atlet pada tahap berikutnya.

Baca Juga:  Jaga Marwah Jam’iyyah, PWNU dan PCNU se-DIY Serukan Tolak Politik Uang di Muktamar NU ke-35

Karena itu, Asep mendorong Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Garut menyusun pola pembinaan jangka panjang yang lebih terukur melalui pemusatan latihan terpadu. Atlet yang menunjukkan prestasi di arena pertandingan, menurutnya, perlu mendapatkan ruang pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka tidak berhenti pada satu kejuaraan.

Garut sendiri memiliki modal tradisi yang kuat dalam pencak silat, terutama pada kategori Tunggal, Ganda, dan Regu (TGR). Asep menyebut kekuatan pesilat Garut pada kategori tersebut telah diperhitungkan oleh daerah lain, sehingga prestasi TGR menjadi salah satu kekuatan yang perlu terus dipertahankan.

Namun, di balik reputasi tersebut, Asep melihat masih ada bagian yang membutuhkan perhatian serius, yakni nomor tanding atau tarung. Ia mengingatkan bahwa Garut memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang melahirkan banyak jawara silat, sehingga kekuatan tersebut semestinya juga tercermin dalam kemampuan atlet pada kategori pertandingan.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Terduga Penganiaya di Garut, Isu Pembegalan Dipastikan Tidak Benar

“Karena TGR menjadi kebanggaan kita, tapi di sisi lain tanding kita masih lemah, tarung kita masih lemah. Padahal kita gudang juara. Ini pekerjaan rumah kita semua,” ungkap Asep.

Catatan itu sekaligus menjadi pesan agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada kategori yang selama ini sudah kuat. IPSI Garut didorong membangun pola latihan yang mampu memperluas kekuatan atlet, termasuk meningkatkan kesiapan fisik, teknik, mental bertanding, serta pengalaman kompetitif pada nomor tarung.

Untuk mendukung langkah tersebut, Dispora Kabupaten Garut menyatakan siap memberikan fasilitas bagi atlet berprestasi yang masuk dalam program pemusatan latihan. Asep mengatakan para juara dapat menggunakan GOR Bela Diri secara gratis untuk menjalani latihan secara berkala, baik satu minggu sekali maupun satu bulan sekali sesuai kebutuhan program.

“Silakan nanti kalau memang atlet-atlet juara ini disatukan dalam satu pemusatan latihan, kami dari Dispora siap memfasilitasi GOR Bela Diri secara gratis,” kata Asep. Dukungan fasilitas tersebut diarahkan agar proses pembinaan memiliki kesinambungan setelah kompetisi berakhir.

Baca Juga:  Mau Menjaga Gula Darah di Malam Hari? Begini Cara Memilih Minuman

Di sisi lain, Asep memberikan perhatian khusus terhadap integritas pertandingan yang berlangsung selama Garut Open Silat Series 2026. Ia meminta seluruh wasit dan juri menjalankan tugas dengan profesional, memegang sumpah jabatan, serta memastikan setiap keputusan pertandingan tetap objektif dan tidak dipengaruhi kepentingan di luar arena.

“Saya yakin dengan sumpah para juri dan wasit itu sendiri, kita sumpah di hadapan Allah SWT untuk selalu mengedepankan netralitas dan selalu berbuat sportivitas untuk menentukan juara-juaranya,” pungkasnya.

Garut Open Silat Series 2026 pada akhirnya tidak hanya mempertemukan ratusan pesilat dalam sebuah kompetisi. Kejuaraan tersebut juga membuka ruang evaluasi bagi pembinaan pencak silat Garut, terutama untuk memastikan tradisi prestasi TGR dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor tarung dan melahirkan atlet yang siap bersaing pada level yang lebih tinggi.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran