GUGAH – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Garut menggelar bedah buku Al-Amin: Jejak Bisnis Sang Rahmatan Lil ‘Alamin di Aula Lantai 1 Kantor PCNU Garut, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan bertema “Orientasi Kerja sebagai Manifestasi Bakti kepada Alam Semesta” ini menjadi ruang refleksi bahwa kerja, bisnis, dan aktivitas ekonomi tidak semata-mata bertujuan meraih keuntungan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian, kebermanfaatan, dan tanggung jawab sosial.
Acara dibuka oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Garut, H. Aceng Hilman Umar Basori. Sementara itu, Ketua MDS Rijalul Ansor Jawa Barat sekaligus Direktur Aswaja Center Jawa Barat, KH. Yayan Bunyamin, hadir sebagai narasumber. Diskusi dipandu Ketua Lakpesdam PCNU Garut, H. Rudi Sirojudin Abas.
Dalam sambutannya, Aceng Hilman menegaskan bahwa Tahun Baru Islam harus menjadi momentum hijrah dalam cara berpikir dan cara bekerja. Menurutnya, nilai Al-Amin yang melekat pada Rasulullah SAW merupakan fondasi utama dalam membangun etos kerja umat.
“Kepercayaan adalah modal sosial yang sangat besar. Rasulullah dikenal sebagai Al-Amin bukan hanya karena jujur dalam ucapan, tetapi juga amanah dalam tindakan, termasuk dalam aktivitas ekonomi. Dari situlah kita belajar bahwa kerja dan bisnis harus dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan pada kemaslahatan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, KH. Yayan Bunyamin menjelaskan bahwa buku Al-Amin: Jejak Bisnis Sang Rahmatan Lil ‘Alamin menggambarkan praktik bisnis Rasulullah SAW yang berpijak pada nilai moral, spiritual, dan sosial. Menurutnya, bisnis dalam Islam bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari ikhtiar membangun peradaban.
Ia menambahkan, gelar Al-Amin menunjukkan bahwa integritas menjadi pusat seluruh aktivitas Nabi Muhammad SAW. Keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari manfaat yang dihadirkan bagi sesama manusia dan alam semesta.
“Orientasi kerja sebagai bakti kepada alam semesta berarti setiap profesi, usaha, dan peran sosial harus memberikan dampak positif. Islam tidak memisahkan antara ibadah, kerja, dan tanggung jawab sosial. Semuanya harus bergerak dalam satu napas, yaitu menghadirkan rahmat,” jelasnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta.
Perwakilan Pergunu menanyakan bagaimana nilai Al-Amin dapat ditanamkan kepada pelajar dan generasi muda agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter amanah. Menanggapi hal itu, narasumber menekankan pentingnya pendidikan berbasis keteladanan, di mana guru menjadi contoh dalam kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab.
Sementara itu, perwakilan LPPNU mempertanyakan implementasi etika bisnis Rasulullah dalam pemberdayaan ekonomi warga NU, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa. Narasumber menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi harus dibangun di atas prinsip keadilan, kejujuran, gotong royong, dan keberlanjutan sehingga mampu melahirkan kemandirian ekonomi umat.
Adapun perwakilan Fatayat NU mengangkat peran perempuan dalam membangun etika ekonomi keluarga dan masyarakat. Menurut narasumber, perempuan memiliki posisi strategis dalam menanamkan budaya amanah, mengelola ekonomi rumah tangga, serta mengembangkan usaha produktif berbasis komunitas.
Ketua Lakpesdam PCNU Garut, H. Rudi Sirojudin Abas, menegaskan bahwa bedah buku ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun tradisi literasi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Lakpesdam ingin menghadirkan ruang belajar yang terbuka, kritis, dan mencerahkan. Ke depan, forum bedah buku dan diskusi pemikiran akan menjadi agenda rutin setiap bulan dengan tema-tema yang relevan, mulai dari keislaman, kebangsaan, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hingga isu-isu sosial kemasyarakatan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lakpesdam PCNU Garut berharap tradisi membaca, berdiskusi, dan mengkaji pemikiran semakin berkembang di kalangan warga Nahdliyin. Bedah buku Al-Amin: Jejak Bisnis Sang Rahmatan Lil ‘Alamin diharapkan menjadi pengingat bahwa kerja terbaik adalah kerja yang dilandasi amanah, menghadirkan manfaat bagi sesama, serta menjadi bagian dari pengabdian kepada Allah SWT dan alam semesta.



Tinggalkan Balasan