Breaking: IHSG Dibuka Anjlok 3,57 Persen, Sentuh Level Terendah dalam Lima Tahun

|

GUGAH – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terpuruk pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026). IHSG merosot 199,70 poin atau 3,57 persen ke level 5.395,07, dengan 497 saham melemah, 73 saham menguat, dan 389 saham stagnan.

Tekanan pasar dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Dari luar negeri, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel, memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan lonjakan harga energi.

Baca Juga:  IHSG Ditutup Ambles 4,52 Persen, Asing Kabur Tapi Tetap Borong Saham Batu Bara dan Tambang

Di dalam negeri, investor masih mencermati kondisi fiskal pemerintah. Defisit APBN hingga Mei 2026 tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB, meski pemerintah menegaskan kondisi fiskal tetap terkendali.

Sementara itu, indeks dolar AS menguat ke level 100,069, mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Rupiah yang pekan lalu menembus Rp18.000 per dolar AS juga masih berada di bawah tekanan.

Baca Juga:  Ratusan Warga Pabuaran Diduga Jadi Korban Investasi AMV, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar

Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik Timur Tengah, tingginya harga minyak, serta meningkatnya kebutuhan dolar domestik untuk repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri.

Kombinasi gejolak geopolitik, penguatan dolar AS, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal membuat pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tekanan berat pada awal pekan ini.***

Baca Juga:  IHSG Berpeluang Lanjut Koreksi ke Area 6.200, Pasar Dibayangi Kenaikan Harga Minyak
Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran