GUGAH – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Garut menggelar Rapat Pleno Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula RM Astro Cimaragas, Garut, Minggu (26/7/2026).
Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, memperkuat tata kelola organisasi, serta merumuskan arah gerakan Fatayat NU dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Rapat pleno diikuti seluruh jajaran pengurus PC Fatayat NU Kabupaten Garut, sedangkan kegiatan sosialisasi melibatkan sekitar 75 kader Fatayat NU dari berbagai kecamatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih solid, profesional, dan responsif terhadap isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, hingga peningkatan kualitas pelayanan sosial berbasis kader.
Selama rapat pleno berlangsung, masing-masing bidang menyampaikan laporan capaian program sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun berjalan. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi lanjutan agar setiap program organisasi tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput.
Pengurus juga membahas penguatan koordinasi antarseksi agar pelaksanaan program lebih terintegrasi dan saling mendukung. Melalui pola kerja yang kolaboratif, Fatayat NU Garut ingin memastikan seluruh potensi kader dapat dioptimalkan dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, advokasi perempuan, hingga pelayanan sosial kemasyarakatan.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Garut, Hj. Ernawati, menegaskan bahwa organisasi perempuan Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan ruang yang aman bagi perempuan dan anak. Menurutnya, meningkatnya berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi tantangan bersama yang harus dijawab melalui edukasi, penguatan keluarga, dan sinergi lintas sektor.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta keluarga agar upaya pencegahan berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader, rapat pleno turut menghadirkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang menghadirkan narasumber Hj. Ai Sadidah, Ketua LKK PCNU Garut sekaligus Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, bersama Hj. Ernawati. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan literasi perlindungan anak, sistem pencegahan kekerasan, serta peran kader Fatayat NU dalam membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.
Dalam paparannya, Hj. Ai Sadidah menjelaskan bahwa satuan pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ruang belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Ia menekankan pentingnya optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagai garda terdepan dalam membangun budaya sekolah yang aman, menerima laporan, mendampingi korban, serta mencegah terjadinya perundungan, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, maupun cyberbullying.
Menurutnya, perlindungan anak tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan budaya di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu, kader Fatayat NU diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang aktif memberikan pemahaman kepada orang tua, guru, dan masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak.
Forum tersebut juga menegaskan pentingnya memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Fatayat NU Garut memandang persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai isu lintas sektor yang membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, aparat penegak hukum, hingga komunitas masyarakat agar penanganannya berjalan lebih komprehensif.
Selain memperkuat aspek perlindungan, hasil rapat pleno juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Pengurus sepakat memperkuat koordinasi antarbidang, meningkatkan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta memastikan seluruh program memiliki indikator keberhasilan yang terukur sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Melalui agenda tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Garut ingin mempertegas perannya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya fokus pada pengembangan kelembagaan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang inklusif, berkeadilan, dan ramah terhadap perempuan serta anak. Gerakan pemberdayaan yang dibangun diharapkan mampu melahirkan keluarga yang tangguh, lingkungan yang aman, dan kader perempuan yang siap menjadi penggerak perubahan sosial di Kabupaten Garut.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan pendanaan dari Bidang Perempuan DPPKBP3A Kabupaten Garut, sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui edukasi, penguatan kapasitas kader, serta pembangunan jejaring kolaborasi yang berkelanjutan. *



Tinggalkan Balasan