GUGAH – Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil turun dengan selamat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di kawasan gunung tersebut. Tim gabungan mengerahkan personel untuk menjemput pendaki sekaligus menutup jalur pendakian guna mencegah risiko keselamatan yang lebih besar.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja memastikan seluruh pendaki telah berhasil turun tanpa ada yang tertinggal maupun mengalami luka-luka. Kepastian itu disampaikan pada Rabu (20/10/2026) setelah proses penanganan dan penjemputan dilakukan oleh petugas bersama unsur terkait.
“Alhamdulillah, dari total 152 pendaki, semuanya sudah turun,” ujar Ricky.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Polres Wonosobo berkoordinasi dengan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puskesmas Kalikajar, pengelola basecamp, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur terkait lainnya. Keselamatan seluruh pendaki menjadi prioritas utama di tengah kondisi kebakaran yang belum padam.
Sebagai langkah mitigasi, petugas menutup jalur pendakian Gunung Sumbing melalui sejumlah basecamp. Koordinasi lintas wilayah juga dilakukan bersama Polres Temanggung dan Polresta Magelang agar penutupan jalur dapat diterapkan di kawasan pendakian yang melintasi wilayah hukum berbeda.
Tim gabungan turut mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur. Posko ini digunakan untuk mengoordinasikan penanganan di lapangan, memantau perkembangan situasi, serta menerima informasi dan pengaduan dari keluarga pendaki.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi pendaki dapat terkoordinasi dengan baik. Selain itu, keberadaan posko membantu petugas dalam menentukan langkah penanganan sesuai perkembangan situasi di kawasan Gunung Sumbing.
Dalam proses evakuasi, tim gabungan bersama BPBD menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap kondisi darurat. Sebanyak 40 personel ranger dari basecamp dikerahkan untuk menjemput pendaki hingga Pos III.
Proses penjemputan membutuhkan tenaga dan waktu ekstra. Jarak perjalanan dari Pos III menuju basecamp diperkirakan memerlukan waktu sekitar enam jam, sementara kondisi jalur yang licin menambah tantangan bagi personel di lapangan.
Meski menghadapi kendala tersebut, seluruh pendaki akhirnya berhasil turun dengan selamat. Ricky kembali menegaskan bahwa tidak ada pendaki yang tertinggal dalam proses penanganan.
“Untuk saat ini, seluruh pendaki sudah aman. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan mereka terlebih dahulu. Berbagai langkah mitigasi dan koordinasi lintas wilayah telah kami lakukan untuk mencegah risiko yang lebih besar,” katanya.
Di balik keberhasilan penyelamatan seluruh pendaki, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Sumbing masih belum padam. Karena itu, penanganan karhutla akan terus dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk Polda, untuk meminta dukungan penanganan lebih lanjut.
Penutupan jalur pendakian menjadi salah satu langkah pencegahan agar tidak ada pendaki baru yang memasuki kawasan berisiko selama situasi belum dinyatakan aman. Masyarakat dan calon pendaki perlu mengikuti informasi resmi dari petugas serta pengelola basecamp mengenai perkembangan kondisi dan akses pendakian.
Keberhasilan mengevakuasi 152 pendaki menjadi bagian penting dari upaya perlindungan keselamatan di tengah bencana. Namun, selama kebakaran masih berlangsung, koordinasi petugas dan kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban.***





Tinggalkan Balasan