GUGAH – Kabar membanggakan datang bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) di Purwakarta. Ulama sepuh asal Purwakarta, Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, resmi terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026).
Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional tabulasi suara dari enam bilik penghitungan, KH Abun Bunyamin memperoleh 268 suara atau 5,70 persen. Raihan tersebut mengantarkannya masuk dalam sembilan besar ulama yang dipercaya menjadi anggota AHWA.
Pemungutan suara AHWA diikuti para muktamirin dari seluruh Indonesia dengan total 4.703 suara sah yang tersebar kepada 34 nama ulama.
Sesuai ketentuan AD/ART serta Tata Tertib Muktamar Ke-35 NU, sembilan anggota AHWA inilah yang akan menggelar musyawarah secara tertutup untuk memilih dan menetapkan Rais ’Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode mendatang.
Adapun sembilan anggota AHWA terpilih berdasarkan perolehan suara adalah sebagai berikut:
- KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara (10,31%)
- TGK. KH. Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara (10,14%)
- AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA – 392 suara (8,34%)
- KH. Miftachul Akhyar – 350 suara (7,44%)
- KH. Afifuddin Muhajir – 339 suara (7,21%)
- KH. Anwar Iskandar – 326 suara (6,93%)
- KH. Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara (6,44%)
- Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj – 273 suara (5,80%)
- Dr. KH. Abun Bunyamin, MA – 268 suara (5,70%)
Masuknya KH Abun Bunyamin dalam tabulasi anggota AHWA menjadi kebanggaan tersendiri bagi Nahdliyin Purwakarta.
Kepercayaan tersebut sekaligus menegaskan kiprah dan kapasitas ulama asal Purwakarta di tingkat nasional dalam menentukan arah kepemimpinan tertinggi organisasi melalui forum permusyawaratan para ulama.***



Tinggalkan Balasan