Warga Mekarwangi Gelar Shalat Istisqa, Berdoa Memohon Turunnya Hujan

|

GUGAH – Warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, menggelar Shalat Istisqa di area persawahan yang menjadi salah satu sentra pertanian desa, Jum’at (2/10/2026). Shalat sunnah tersebut digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan serta memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Pelaksanaan Shalat Istisqa yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Mekarwangi itu diikuti warga dari berbagai wilayah dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Warga berbondong-bondong menuju lokasi setelah sebelumnya melaksanakan Shalat Jumat di masjid masing-masing.

Tidak hanya laki-laki, kaum perempuan dan anak-anak juga turut hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut. Mereka mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat, dilanjutkan dengan doa dan munajat bersama.

Baca Juga:  Sinergi Ansor Karangjaya dan TKSK Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Gunung Jantra

Salah seorang warga Desa Mekarwangi, Ujang Siroj, mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya dimaksudkan untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan memohon ampun atas dosa dan kesalahan.

“Pelaksanaan Shalat Istisqa ini selain kita mengharapkan rahmat dari Allah SWT melalui turunnya hujan, kita juga memohon ampun dan bertaubat dari segala dosa sebagai seorang hamba,” ujar Ujang.

Menurut dia, kondisi ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat Desa Mekarwangi saat ini masih relatif mencukupi. Namun, kebutuhan terhadap air tidak hanya berkaitan dengan aktivitas manusia.

Baca Juga:  Satgas Sampah PC GP Ansor Kabupaten Bandung Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Pesantren

Air juga sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan tanaman, hewan, serta ekosistem pertanian yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat desa.

“Alhamdulillah, masyarakat di sini masih memiliki air yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi air bukan hanya dibutuhkan manusia. Tumbuh-tumbuhan dan hewan juga sangat membutuhkan air untuk bertahan hidup,” katanya.

Ujang menuturkan, Shalat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan sekaligus mengingatkan warga agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Karena itu, kami sebagai hamba yang penuh dengan dosa bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, memohon rahmat-Nya melalui turunnya hujan dengan melaksanakan Shalat Istisqa secara berjamaah,” tutur Ujang.

Baca Juga:  Pemuda Asal Pangandaran Tekuni Budidaya Maggot, Dorong Solusi Limbah Sisa Makanan Program MBG

Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Doa bersama di tengah hamparan persawahan menjadi simbol harapan warga agar hujan segera turun dan kebutuhan air bagi manusia, pertanian, serta makhluk hidup lainnya dapat kembali terpenuhi.

Masyarakat berharap ikhtiar dan doa yang dilakukan bersama tersebut mendapat keberkahan dari Allah SWT serta menjadi pengingat untuk senantiasa menjaga lingkungan dan mensyukuri nikmat air yang diberikan.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran