Rihlah Spiritual Ansor Campaka Meneguhkan Jejak Ulama dan Khidmat Kebangsaan

|

GUGAH – Di tengah tantangan regenerasi organisasi dan perubahan sosial yang semakin cepat, menjaga hubungan dengan mata rantai sejarah menjadi bagian penting dalam membangun karakter kader. Semangat itu yang mewarnai kegiatan rihlah spiritual yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Campaka, Minggu (27/9/2026), melalui ziarah ke sejumlah makam ulama kharismatik di Kabupaten Purwakarta, salah satunya makam Al-Maghfurlah KH. Adang Badruddin atau yang lebih dikenal sebagai Abah Cipulus.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dari makam para masyayikh di Kecamatan Campaka, kemudian dilanjutkan ke kompleks Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus. Abah Cipulus dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Nahdlatul Ulama (NU) di Purwakarta maupun Jawa Barat. Bagi warga NU, ziarah kepada ulama bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat, melainkan menjadi ruang refleksi untuk meneladani perjuangan, keilmuan, dan pengabdian mereka kepada umat.

Baca Juga:  Transaksi iPhone Terbaru Lancarkan Proses MBG di Purwakarta?

Rangkaian kegiatan turut dihadiri Camat Campaka, Dikky Sukmawijaya. Kehadiran pemerintah kecamatan dinilai mencerminkan pentingnya kolaborasi antara unsur ulama, organisasi kepemudaan, dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Sebelum menuju makam Abah Cipulus, rombongan terlebih dahulu bersilaturahmi ke kediaman KH. Muhammad Mahmud, salah seorang Dewan Kiai Pondok Pesantren Cipulus yang juga pernah memimpin PC GP Ansor Kabupaten Purwakarta selama dua periode. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan mengenai makna khidmat di NU dan Ansor, serta pentingnya tradisi sowan sebagai sarana menjaga adab, menghormati guru, dan memastikan nilai-nilai keulamaan terus diwariskan kepada generasi penerus.

Usai silaturahmi, rombongan melaksanakan tahlil dan doa bersama di makam Abah Cipulus yang dipimpin Ustadz H. Aang Firman Algifary. Doa dipanjatkan untuk keberkahan, kemaslahatan, serta kemajuan Nahdlatul Ulama, khususnya di Kecamatan Campaka dan Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga:  Bangun Jam Satu, Jam Tiga Dagang

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Campaka, Ustadz Salman Alfaritsi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar merawat tradisi amaliah Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat identitas kader Ansor.

“Ziarah ke makam Abah Cipulus adalah cara kami sebagai kader muda Ansor mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama, sekaligus memohon doa agar diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama, Ansor, dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Campaka, Dikky Sukmawijaya, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi GP Ansor. Menurutnya, sinergi antara ulama, pemerintah, dan organisasi kepemudaan merupakan modal sosial yang penting untuk menjaga kondusivitas serta mendorong pembangunan daerah.

Lebih dari sekadar agenda keagamaan, rihlah spiritual tersebut juga menjadi ruang konsolidasi organisasi. Di tengah dinamika zaman, kaderisasi tidak hanya membutuhkan penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan, tetapi juga fondasi spiritual yang mampu menjaga orientasi pengabdian. Karena itu, ziarah dipandang sebagai ikhtiar mempertemukan kader dengan jejak sejarah perjuangan para ulama yang telah membangun tradisi keislaman dan kebangsaan di Purwakarta.

Baca Juga:  PORSENI Siswa Madrasah Se-Jawa Barat 2026 Digelar di Kota Tasikmalaya

Ketua Pelaksana, Ustadz Alfian Nurdin, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkokoh militansi kader sekaligus menyegarkan spiritualitas para pengurus.

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai wasilah memperkuat komitmen organisasi, sehingga kader PAC GP Ansor Campaka tetap solid dalam melanjutkan perjuangan para ulama di Kabupaten Purwakarta,” katanya.

Setelah menyelesaikan rangkaian tahlil dan doa di makam Abah Cipulus, rombongan melanjutkan perjalanan untuk berziarah ke makam sejumlah ulama kharismatik lainnya di Kabupaten Purwakarta sebagai bagian dari rangkaian rihlah spiritual tersebut.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran