GUGAH – Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keterampilan kerja yang relevan dengan dunia usaha, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, memilih membekali kadernya dengan kompetensi yang dapat langsung diterapkan.
Sebanyak lima kader mengikuti Tailor Made Training (TMT) Peracikan Dasar Minuman Kopi yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Pelatihan yang berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 ini merupakan hasil kolaborasi BBPVP Bandung dengan Kelompok Literasi Seni (KLISE), komunitas yang didirikan Ketua PAC GP Ansor Cisarua, Jaelan Soheh.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelatihan vokasi bagi pemuda berbasis komunitas.
Bagi PAC GP Ansor Cisarua, pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan teknik meracik kopi.
Program ini diarahkan untuk membangun kapasitas kader agar memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi, mampu menciptakan peluang usaha, sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Industri kopi dipilih karena terus berkembang dan membuka berbagai peluang, mulai dari sektor kedai kopi, usaha mikro, hingga industri kreatif berbasis produk lokal. Dengan menguasai keterampilan dasar sebagai barista, peserta diharapkan memiliki bekal untuk memasuki sektor tersebut maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Komitmen penyelenggara tidak berhenti pada proses pelatihan. Para peserta juga akan memperoleh pendampingan berkala guna memastikan keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang dan diterapkan dalam kegiatan produktif. Pendampingan ini diharapkan menjadi faktor penting agar pelatihan tidak berakhir sebagai kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan kapasitas, peluang kerja, maupun lahirnya wirausaha baru.
Kolaborasi antara BBPVP Bandung, Kelompok Literasi Seni, dan PAC GP Ansor Cisarua menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda dapat dilakukan melalui kemitraan antara pemerintah dan komunitas. Model seperti ini membuka ruang agar pelatihan vokasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis komunitas.
Melalui langkah tersebut, PAC GP Ansor Cisarua ingin mendorong kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu menjadi sumber daya manusia yang produktif, mandiri secara ekonomi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.***



Tinggalkan Balasan