Minat Baca Warga Tasikmalaya Masih Rendah, Indeks Kegemaran Membaca 2025 di Angka 63,36

|

gugah.co – Tingkat kegemaran membaca masyarakat Kota Tasikmalaya masih menjadi tantangan. Data pemerintah daerah mencatat, indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) pada 2025 mencapai 63,36 dan masih masuk kategori rendah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun budaya membaca di Kota Tasikmalaya belum sepenuhnya mencapai target. Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan minat masyarakat terhadap buku, tetapi juga menyangkut akses terhadap bahan bacaan dan pemanfaatan fasilitas literasi.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi mengakui, capaian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Meskipun menempati posisi ketiga tertinggi di Jawa Barat, indeks TKM yang masih berada dalam kategori rendah menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut.

“Capaian tersebut patut kita syukuri, tetapi kategori rendahnya tetap menjadi tantangan. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk terus meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, memperluas akses terhadap bahan bacaan, dan membuat kegiatan literasi semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Viman dalam Festival Literasi Santun Berbasis Braille di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:  Bangunan Mewah di Lapas Cibinong Berdiri di Atas Aset Pemkab Bogor, Rudy: Sedang Kami Inventarisasi

Menurut Viman, peningkatan kegemaran membaca perlu didukung layanan perpustakaan yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Perpustakaan, kata dia, tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga harus menjadi ruang belajar yang aktif digunakan warga.

Ia juga menyoroti perlunya keterlibatan perpustakaan sekolah, perpustakaan pada perangkat daerah, taman baca, hingga komunitas literasi dalam memperluas jangkauan layanan.

Selain indeks TKM, data pemerintah daerah mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tasikmalaya pada 2025 sebesar 17,64.

Baca Juga:  Dari Plered, Ajakan Berhaji Dimulai: KBIHU Al-Muthohar Dorong Warga Mulai Menabung

Kedua indikator tersebut mengukur aspek yang berbeda. TKM menggambarkan tingkat kegemaran membaca masyarakat, sedangkan IPLM berkaitan dengan kondisi pembangunan literasi, termasuk ketersediaan dan kualitas layanan perpustakaan.

Dengan demikian, peningkatan literasi tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan membaca, tetapi juga membutuhkan fasilitas, koleksi bahan bacaan, serta layanan perpustakaan yang mudah diakses masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dijalankan Dispusipda Kota Tasikmalaya adalah program Si UDIN atau Literasi Usia Dini. Program yang berlangsung pada 13 Oktober hingga 5 November 2026 itu melibatkan 16 PAUD dan TK dengan total 607 anak.

Kegiatan tersebut diisi dengan aktivitas mendongeng untuk memperkenalkan buku kepada anak-anak sekaligus mendorong perkembangan kemampuan berbahasa dan imajinasi.

Baca Juga:  GP Ansor Bojonggambir Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran, Wujud Gotong Royong di Tengah Musibah

Program literasi usia dini menjadi salah satu pendekatan untuk mengenalkan kebiasaan membaca sejak anak-anak. Namun, keberlanjutan kegiatan dan keterlibatan keluarga serta lingkungan pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan tersebut.

Viman mengatakan, penguatan literasi membutuhkan koordinasi lintas sektor. Ia juga meminta agar pelaksanaan kegiatan dan layanan perpustakaan didokumentasikan serta dilaporkan secara tertib.

“Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata banyaknya kegiatan, melainkan juga bagaimana layanan perpustakaan digunakan, bagaimana kegiatan menjangkau warga, dan bagaimana hasilnya tercatat dengan baik,” ujarnya.

Rendahnya kategori TKM Kota Tasikmalaya pada 2025 menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi efektivitas program literasi. Tantangannya bukan sekadar menambah jumlah kegiatan, melainkan memastikan akses bacaan dan layanan perpustakaan benar-benar dimanfaatkan masyarakat.***

gugah.co | Menggerakkan Perubahan

Follow Channel WhatsApp Kami!
Ikuti kami di Google: Google Logo Favoritkan

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Suara Pinggiran