Kirab Budaya yang Digelar Dedi Mulyadi Telan Korban, Pasien dalam Ambulans Meninggal Gegara Terjebak Macet

KARAWANG – Sebuah tragedi mewarnai kemeriahan Kirab Budaya Mahkota Binokasih dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kabupaten Karawang, Sabtu (9/5/2026) malam. Sebuah mobil ambulans yang membawa pasien kritis dikabarkan terjebak kemacetan parah hingga menyebabkan nyawa pasien tidak tertolong.

Berdasarkan informasi yang viral di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @ckpinfo, ambulans tersebut tengah membawa seorang pasien yang mengalami sesak napas dari wilayah Sedari menuju rumah sakit di pusat kota.

Namun, saat memasuki kawasan sekitar Alun-alun Karawang, ambulans tertahan akibat kepadatan kendaraan dan massa yang membludak menyaksikan kirab. Penutupan sejumlah ruas jalan memaksa sopir ambulans mencari jalur alternatif memutar ke arah Karawang Barat.

Baca Juga:  Bukan Mitos, Melainkan Sejarah: Mahkota Binokasih Dibawa Kembali Mengelilingi Tanah Pasundan

Nahas, jalur alternatif tersebut juga mengalami kemacetan parah akibat aktivitas konser di kawasan Podomoro yang berlangsung pada waktu bersamaan. Akibat terlalu lama tertahan di perjalanan, tabung oksigen di dalam ambulans dikabarkan habis. Pasien dinyatakan meninggal dunia setibanya di RSUD Karawang.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan pengaturan lalu lintas dan perizinan operasional kendaraan besar di akhir pekan saat acara berskala besar berlangsung.

Baca Juga:  Kirab Budaya atau Pencitraan? Uang Rakyat Diarak Tanpa Manfaat Jelas

“Iya min, yang lebih parahnya lagi banyak kendaraan besar juga di hari itu. Mungkin harusnya kendaraan besar tidak beroperasional di hari Sabtu dan Minggu, Pak @dedimulyadi71,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyebut antusiasme warga Karawang sangat luar biasa. Ribuan masyarakat memadati jalur dari Stasiun Karawang hingga Alun-alun untuk melihat prosesi Mahkota Binokasih.

“Karawang meledak luar biasa,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dikutip dari TVOnenews. KDM yang hadir bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya Sunda. Sepanjang jalur, warga tampak berjejer mengabadikan momen saat rombongan yang menaiki kuda melintas di tengah keramaian.

Baca Juga:  Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Kota Bandung 2026: Kloter 02 Sudah Bertolak, Persiapan Gelombang Kedua Terus Dimatangkan

Meski acara dinilai sukses dari segi budaya, insiden meninggalnya pasien di dalam ambulans menjadi catatan kelam bagi penyelenggaraan acara besar di Karawang.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun penyelenggara mengenai evaluasi sistem rekayasa lalu lintas dan pengamanan jalur darurat (emergency lane) saat kirab berlangsung.***

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *