GUGAH – Ketua PCNU Kabupaten Purwakarta, KH Ahmad Anwar Nasihin, membantah isi tulisan opini berjudul “Menjaga Konstitusi Jam’iyah di Jawa Barat” yang menyebut adanya pertemuan sejumlah Ketua PCNU dengan PBNU untuk mendesak penunjukan caretaker PWNU Jawa Barat.
Menurut KH Ahmad Anwar Nasihin, atau yang akrab disapa Ajengan Anwar, narasi dalam opini tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi saat dirinya bersama sejumlah Ketua PCNU bertemu Ketua Umum PBNU.
“Itu fitnah. Tidak ada sedikit pun pembicaraan seperti yang ditulis Ahmad Rifai,” tegas Ajengan Anwar kepada Gugah.co, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, kedatangannya ke Kantor PBNU di Jakarta semata-mata untuk bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU pasca-Muktamar. Kesempatan itu dimanfaatkan karena kebetulan dirinya dapat bertemu langsung dengan pimpinan tertinggi PBNU.
“Kedatangan saya ke Kantor PBNU mumpung ada kesempatan bertemu Ketua Umum PBNU. Kami hanya sekitar 10 menit bertemu karena beliau banyak tamu dan akan segera menuju Halim untuk pulang ke Jombang,” ujarnya.
Ajengan Anwar menegaskan, dalam pertemuan singkat tersebut sama sekali tidak ada pembahasan mengenai Konferensi Wilayah (Konferwil) PWNU Jawa Barat maupun usulan penunjukan caretaker.
“Saya saksi, pertemuan sembilan Ketua PCNU dengan Ketua Umum PBNU tidak sedikit pun membahas Konferwil,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa para Ketua PCNU memahami mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama. Karena itu, menurutnya, tidak mungkin mereka mengajukan usulan caretaker ketika kepengurusan PWNU Jawa Barat masih sah secara organisasi.
“Kami juga paham mekanisme organisasi. Masa mengajukan caretaker? Itu salah sekali. Ketua PWNU Jawa Barat saat ini KH Juhadi masih sah secara aturan. Kami menghormati beliau sebagai pimpinan wilayah, baik secara etika maupun aturan organisasi,” tegasnya.
Ajengan Anwar menyayangkan munculnya tulisan yang, menurutnya, tidak didahului dengan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam opini tersebut.
“Pemberitaan atau tulisan seperti itu seharusnya dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan asal membuat fitnah. Tidak baik, apalagi kita sama-sama keluarga besar Nahdlatul Ulama. Masa silaturahmi dibatasi dan dicurigai?” ujarnya.
Ia bahkan mempersilakan siapa pun untuk mengonfirmasi langsung kepada Ketua Umum PBNU apabila ingin memastikan isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.
“Kalau perlu, silakan konfirmasi langsung kepada Ketua Umum PBNU. Banyak saksi yang hadir saat pertemuan itu,” katanya.
Mengakhiri keterangannya, Ajengan Anwar mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk tidak membangun narasi yang dapat memecah belah organisasi. Menurutnya, situasi di internal NU Jawa Barat saat ini berjalan dengan baik dan kewenangan penyelenggaraan Konferwil sepenuhnya berada di tangan PWNU dan PBNU.
“Jangan mengadu domba di saat situasi sedang baik-baik. Tidak ada masalah apa pun. Konferwil adalah kewenangan PWNU dan PBNU, bukan hak kami di PCNU. Kapan pun Konferwil dilaksanakan, kami siap mengikuti dengan baik dan siap menyukseskannya,” pungkasnya.***





Tinggalkan Balasan